Mengenal Teknologi Photobiomodulation (PBM) untuk Perawatan Kulit Tingkat Sel
Jumat, 4 September 2026 | 22:14
Industri estetika medis dan dermatologi global kini tengah mengalami pergeseran paradigma (shifting).
TANGERANGNEWS.com-Tiga orang penimbun Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar ditangkap petugas Polsek Cisauk, Suradita, Kabupaten Tangerang. Ketiganya adalah TS, RN, dan DS. Hingga saat ini ketiganya masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Cisauk.
Kapolsek Cisauk AKP Murodih menjelaskan, ketiga tersangka ditangkap setelah petugas mendapatkan laporan dari masyarakat terkait adanya aktifitas penimbunan BBM di wilayahnya.
Dari lokasi itu, polisi mengamankan tiga unit mobil jenis truk, Kijang Innova, dan Panther yang berisi ribuan liter solar bersubsidi. Murodih menjelaskan, modus yang dilakukan pelaku adalah membeli solar dari sejumlah SPBU dengan harga subsidi.
Kemudian dikumpulkan di lokasi untuk selanjutnya dijual lagi ke Industri dengan harga lebih murah dibandingkan dengan harga resmi untuk industry. “Mereka memanfaatkan selisih harga antara solar bersubsidi dan solar untuk industri yang harganya mahal,” terangnya.
Atas perbuatannya, ketiga tersangka dijerat pasar 55 dan 53 Undang-Undang RI No.22 tahun 2001 tentang Migas dengan ancaman hukuman pidana enam tahun penjara dan denda paling tinggi Rp60 miliar. “Kami masih melakukan pengembangan untuk kasus ini, diduga ada bos besar,” ujarnya. (RAZ)
Industri estetika medis dan dermatologi global kini tengah mengalami pergeseran paradigma (shifting).
TODAY TAGKegiatan belajar mengajar (KBM) bagi siswa tingkat SD dan SMP di Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang dipastikan tetap berjalan dengan skema tatap muka atau luar jaringan (luring) pada Senin, 7 September 2026.
Antusiasme orangtua untuk menyekolahkan anaknya di Syafana Islamic School terbilang tinggi. Hingga Open Day tahun ajaran 2027-2028 digelar, hampir 1.000 calon siswa telah mendaftarkan diri secara online.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews