Connect With Us

Marbot Masjid Tewas Ditikam Pemuda Mabuk di Cibodas Tangerang

Rangga Agung Zuliansyah | Minggu, 20 September 2015 | 17:28

Tempat Kejadian Perkara di Jalan Kavling Pemda Bawah, RT 4/6, Kelurahan Cibodas, Kota Tangerang. (Rangga A Zulianzyah / TangerangNews)

TANGERANG-Fendi alias Pepen, 35, marbot Masjid Taman Iskandar di Jalan Kavling Pemda Bawah, RT 4/6, Kelurahan Cibodas, Kota Tangerang, tewas ditikam setelah dikeroyok oleh kawanan pemuda. #Pembunuhan Tangerang

 

Selain Pepen, ketiga saudaranya yakni Arisman, Dedi Akbar dan Arianto serta satu temannya Maulana juga terluka karena pengeroyokan tersebut. Bahkan Arisman masih dalam keadaan kritis di Rumah Sakit Siloam.

 

Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (20/9) sekitar pukul 23.00 WIB. Ketika itu korban dan saudaranya tengah berkumpul di warung persis di depan TKP.  Lalu pelaku berinisial AL datang menggunakan motor ingin pulang ke kontrakannya. Namun gerbang jalan menuju kontrakannya telah ditutup dengan rantai.

 

"Memang kalau malam jalan itu ditutup oleh satpam, untuk mencegah kemalingan. Sebelum pelaku datang, ada dua cewek mau lewat juga susah, jadi dibantui Pepen dengan mengangkat rantainya. Kebetulan pas pelaku, motornya besar, jadi susah lewat meski sudah dimiringin motornya," jelas Akbar, adik Pepen.

 

Karena kesulitan melewati portal, akhirnya AL tidak jadi melewatinya. Namun, dia yang dalam keadaan mabuk merasa tidak senang. AL pun memaki Pepen hingga membuatnya emosi.

 

"Saya denger dia ngatain bego dan mengancam Pepen. Dia bilang 'Jangan macam-macam lo, gw dari Palembang nih'. Abang saya juga emosi, dan minta supaya pelaku jangan mencari masalah di sini," tukas Akbar.

 

Kemudian AL pergi, dan tak berapa lama, dia membawa tiga rekannya yang ternyata sudah membawa senjata tajam. Tanpa berkata apa pun, pelaku mendekati Pepen dan langsung menikam dada kanannya dengan pisau badik.

 

Melihat Pepen ditikam, saudara dan temannya langsung menolong korban. Namun, mereka pun menjadi sasaran amukan para pelaku. Bahkan ibu AL pun ikut membantu anaknya mengeroyok para korban.

 

"Pepen ditikam tiga kali di dada kanan, punggung dan pinggang belakang. Aris luka di kepala, kaki dan tangan, Ari kena di jidat, Maulana di kuping dan saya juga ditusuk di pinggang belakang," tambah Akbar.

 

Setelah menikam para korban, kelima pelaku langsung melarikan diri. AL bersembunyi di kontrakannya yang tak jauh dari TKP. Warga yang melihat kejadian tersebut sempat mengepung kontrakan pelaku. Namun, AL selamat dari amukan massa karena diamankan polisi.

 

Sementara para kelima korban dilarikan ke rumah sakit. Namun Pepen menghembuskan nafas terakhir di rumah sakit karena kehabisan darah. Korban lainnya diperbolehkan pulang setelah dirawat, hanya Arisman masih dalam perawatan insentif karena kondisinya kritis.

 

Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang AKBP Sutarmo mengatakan, pasca peristiwa tersebut pihaknya telah mengamankan lima pelaku yakni AL, IL, MI, BU dan YU.

 

"Mereka telah ditetapkan sebagai tersangka. Pelaku utama sendiri adalah BU, dia yang pertama menikam korban Pepen," jelasnya.

Dari tangan pelaku, pihaknya menyita barang bukti berupa tiga senjata tajam. "Ke lima pelaku diancam Pasal 338 tentang pembunuhan dan Pasal 170 ayat 3 tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun," kata Sutarmo

 

TANGSEL
Pemkot Tangsel Berpacu dengan Waktu Bangun Venue Porprov VII Banten

Pemkot Tangsel Berpacu dengan Waktu Bangun Venue Porprov VII Banten

Kamis, 8 Oktober 2026 | 18:44

Persiapan venue pertandingan terus dikebut Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Banten 2026 yang semakin dekat.

SPORT
Bukan Tuan Rumah, 3 Venue di Kota Tangerang Dipakai PORPROV VII Banten 2026

Bukan Tuan Rumah, 3 Venue di Kota Tangerang Dipakai PORPROV VII Banten 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 | 19:47

Tiga sarana olahraga milik Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang resmi ditunjuk sebagai lokasi pertandingan untuk tiga cabang olahraga (cabor) dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) VII Banten 2026.

OPINI
Membaca Gibran, Rocky Gerung, dan Riuh Netizen

Membaca Gibran, Rocky Gerung, dan Riuh Netizen

Rabu, 7 Oktober 2026 | 20:25

Bagi sebagian besar orang, dunia akademik dan politik adalah dua kutub yang berbeda. Yang satu adalah menara gading tempat para pemikir memburu kebenaran, sementara yang lain adalah arena berlumpur tempat kekuasaan diperebutkan.

NASIONAL
Dapat Subsidi Rp3 Juta, Pelunasan Haji Reguler 2027 Cuma Rp23,2 Juta

Dapat Subsidi Rp3 Juta, Pelunasan Haji Reguler 2027 Cuma Rp23,2 Juta

Rabu, 7 Oktober 2026 | 21:41

Komisi VIII DPR RI bersama Pemerintah resmi menyepakati Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) Tahun 1448 H/2027 M.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill