Bisa Beri Makan Hewan, Intip Keseruan Wahana OMD FARM di Mal Ciputra Tangerang
Senin, 2 November 2026 | 16:58
Mal Ciputra Tangerang menghadirkan pilihan rekreasi dan wahana edukasi yang berbeda bagi keluarga, yakni Old MacDonald’s Farm (OMD FARM).
TANGERANG-Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tigaraksa Firdaus menemui ratusan warga Desa Tapos Kabupaten Tangerang yang kesal lantara kasus korupsi di Tangerang tidak pernah sampai tuntas diusut.
Sedangkan soal laporan dari warga soal kasus dugaan korupsi dana bantuan Pemprov Banten oleh Kepala Desa Tapos, dia mengaku, akan terus diproses.
"Kami sudah menindak lanjuti laporan ini dengan memeriksa beberapa orang untuk mempekuat bukti apakah kepala desa Tapos benar melakukan korupsi. Kami tidak diam," tegasnya di depan warga Tapos, Senin (15/2/2016).
Menurut Kajari, untuk menaikkan tersangka korupsi ke Pengadilan itu perlu bukti yang cukup dan kuat, sehingga perlu pengumpulan data yang tidak mudah.
"Jadi kami berharap bapak ibu sabar. Ada tahap-tahap pekerjaan yang harus kita lalui. Bukti sedang kami kumpulkan. Kalau bapak ibu punya data yang lengkap bisa diberikan kepada kami," tukasnya.
Dia juga mengatakan jika hari ini pihaknya akan memeriksa sejumlah orang terkait dugaan korupsi ini. Namun dia tidak menyebutkan siapa saja yang diperiksa.
Setelah memberikan penjelasan, Kajari kembali masuk ke kantor. Namun warga merasa tidak puas dengan jawaban Kajari, karena proses kasus tersebut dianggap terlalu lama. Warga kembali orasi selama beberapa menit. Lalu akhirnya membubarkan diri.
"Kalau kasus ini tidak tuntas, kami akan terus demo," teriak salah satu pendemo.
Mal Ciputra Tangerang menghadirkan pilihan rekreasi dan wahana edukasi yang berbeda bagi keluarga, yakni Old MacDonald’s Farm (OMD FARM).
TODAY TAGMaskapai penerbangan Citilink menghadirkan inovasi baru untuk memperkuat pengalaman terbang pelanggannya melalui kolaborasi strategis bersama Krispy Kreme Indonesia.
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
Perdebatan mengenai pajak pembalut sesungguhnya bukan sekadar persoalan berapa rupiah yang harus dibayarkan perempuan ketika membeli kebutuhan menstruasi. Di balik transaksi kecil di pasar dan toko kelontong itu tersimpan persoalan besar
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews