Connect With Us

Cisadane Mulai Meluap di Tanjung Burung

Mohamad Romli | Senin, 5 Februari 2018 | 18:00

Arus sungai Cisadane sudah sampai ketepian Desa Tanjung Burung, Teluknaga, Kabupaten Tangerang, Senin (5/2/2018). (@TangerangNews / Mohamad Romli)

TANGERANGNEWS.com-Warga Desa Tanjung Burung, Teluknaga, Kabupaten Tangerang mulai bersiaga untuk mengantisipasi banjir kiriman akibat meluapnya debit air Cisadane, Senin (5/2/2018).

Asep, warga setempat kepada TangerangNews.com mengatakan, sejak pukul 14.00 WIB debit air terus naik dan telah menggenangi lahan garis sempadan sungai (GSS) di muara sungai yang hulunya terletak di Kabupaten Bogor tersebut.

Cisadane

Salah satu lokasi yang telah tergenang air adalah sekretariat komunitas Tabur Mangrove, komunitas pegiat lingkungan hidup di desa setempat.

"Tadi ketinggian air sudah sampai selutut orang dewasa," ujarnya.

Lanjut Asep, Desa Tanjung Burung beserta Desa Kohod, Pakuhaji yang lokasinya persis di muara sungai tersebut kerap menjadi langganan banjir akibat meluapnya Sungai Cisadane. Sehingga, dimusim penghujan seperti saat ini, warga sudah terbiasa mengantisipasi datangnya banjir.

"Biasanya meluap ke perkampungan kalau pas laut juga sedang pasang, tapi untuk saat ini masih mengalir deras ke laut," bebernya.

Warga setempat, terutama yang bermukim dekat dengan sungai pun saat ini sudah bersiaga jika sewaktu-waktu banjir merendam rumah mereka.

"Kalau warga di sekitar sungai sih sudah siaga jika sewaktu-waktu terjadi banjir," tukasnya.(RAZ/HRU)

KAB. TANGERANG
DPRD Kabupaten Tangerang Buka Peluang Pembahasan Raperda Anti-LGBT

DPRD Kabupaten Tangerang Buka Peluang Pembahasan Raperda Anti-LGBT

Sabtu, 11 Juli 2026 | 20:50

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tangerang menilai, Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 111 Tahun 2025 Tentang Kebijakan Umum Pertahanan Negara Tahun 2025-2029, dapat menjadi dasar penyusunan Peraturan Daerah (Perda) anti LGBT.

MANCANEGARA
Malaysia Pangkas Harga Solar Jadi Rp9.000-an per Liter, Ini Alasan di Baliknya

Malaysia Pangkas Harga Solar Jadi Rp9.000-an per Liter, Ini Alasan di Baliknya

Selasa, 23 Juni 2026 | 11:51

Pemerintah Malaysia memutuskan menurunkan harga solar menjadi 2,10 ringgit Malaysia atau sekitar Rp9.061 per liter mulai Juli 2026.

OPINI
Menanti Keadilan Pendidikan untuk Madrasah Aliyah di Banten

Menanti Keadilan Pendidikan untuk Madrasah Aliyah di Banten

Sabtu, 11 Juli 2026 | 20:58

Masuknya MA swasta ke dalam Program Sekolah Gratis sejatinya merupakan langkah yang sudah semestinya dilakukan. Madrasah Aliyah merupakan bagian dari sistem pendidikan nasional yang memiliki kontribusi besar dalam mencetak generasi berilmu

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill