KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan
Senin, 7 September 2026 | 15:29
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TANGERANGNEWS.com - Kondisi debit air Sungai Cisadane di Bendungan Pintu Air 10 Kota Tangerang mengalami kenaikan, saat ini berada disiaga tiga. Hal itu akibat terjadinya hujan lebat di wilayah Bogor dan Tangerang.
Kasie Pemanfaatan Air BPSDA Cidurian Cisadane Ari Muladi mengatakan, dua pintu air di bendungan Pasar Baru, Kota Tangerang dibuka karena terdapat kiriman air dari Bendungan Batu Belah.
"Dapat kiriman air dari batu belah sehingga di sini dua pintu harus dibuka karena untuk antisipasi," ujarnya saat ditemui di Bendungan Pasar Baru, Kota Tangerang, Senin (5/2/2018).
Ari menjelaskan, kondisi debit air di Batu Belah saat ini berada di ketinggian 4,40 meter. Sedangkan di bendungan Pasar Baru berada di ketinggian 4,50 meter atau memasuki siaga tiga.
Menurutnya, kenaikan debit air ini terjadi lantaran curah hujan yang lebat terjadi di wilayah Bogor, Tangerang dan sekitarnya.
"Kedua bendungan ini memiliki konektifitas. Debit air naik akibat curah hujan lokal turun di wilayah kita. Apalagi sekarang Serpong dan Tangerang masih hujan," terangnya.
Ari menegaskan, bahwa masyarakat Kota Tangerang tak perlu khawatir dengan kenaikan debit air tersebut. karena masih masuk kategori aman dan terkendali.
Seperti yang dikabarkan sejumlah media online bahwa muka air di bendungan Katulampa mengalami kenaikan hingga kondisi siaga satu. Namun bendungan Katulampa tidak ada konektifitas dengan Bendungan Batu Belah dan Bendungan Pasar Baru.
"Masih aman tenang saja masyarakat Kota Tangerang. Tapi kami tetap mengantisipasi curah hujan yang turun. Dan setiap jam kami berkoordinasi dengan seluruh pihak," paparnya.(RAZ/HRU)
TODAY TAGUlama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
Kebakaran hutan dan lahan merupakan tantangan tata kelola yang berulang setiap siklus musim kemarau di Indonesia. Keterlambatan respons mesin birokrasi pemerintah daerah maupun pusat tidak sekadar berakar pada persoalan anomali cuaca.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews