Bus Penumpang Kepergok Angkut Belasan Motor Kredit di Pelabuhan Merak, Hendak Digelapkan ke Sumatera
Sabtu, 14 Februari 2026 | 20:18
Jajaran Ditreskrimum Polda Banten membongkar sindikat penggelapan kendaraan bermotor kredit atau jaminan fidusia.
TANGERANGNEWS.com-Seorang pria bernama Fahri Gusrin Tardi berusia 19 tahun nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di Perumahan Medang Lestari Raya Blok D5/I 17 RT 3/10, Kelurahan Medang, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang.
Peristiwa yang membuat heboh seisi Medang Lestari itu terjadi sekitar pukul 04.30 Selasa (20/2/2018).
Tampak di lokasi, terlihat para warga dan petugas Kepolisian dari Polsek Pagedangan telah berdatangan ke rumah korban yang bekerja sebagai OB di sebuah perusahaan swasta itu.
Menurut informasi yang didapat TangerangNews.com dari warga sekitar, korban sama sekali tidak terlihat memiliki beban atau masalah selama ini. Sehingga keluarga dan tetangga tidak menyangka korban nekat melakukan aksi bunuh diri seperti itu.

"Tidak pernah terlihat korban memiliki masalah berat. Karenanya kami tetangga terkejut," katanya. Meski begitu, diduga korban ingin melanjutkan sekolah.
Sebab sebelumnya sempat curhat kepada orangtua, bahwa ingin pekerjaan yang lebih baik dari saat ini.
Sementara itu, petugas Polsek Pagedangan masih melakukan upaya penyelidikan. Sedangkan jasad korban telah diturunkan dari tali sekitar pukul 06.15.
"Kami masih mengumpulkan barang bukti dugaan bunuh diri tersebut," ujar Bripda Arief Budiman salah seorang anggota polisi kepada TangerangNews.com.(DBI/RGI)
Jajaran Ditreskrimum Polda Banten membongkar sindikat penggelapan kendaraan bermotor kredit atau jaminan fidusia.
TODAY TAGPergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.
Rangkaian kecelakaan lalu lintas yang terjadi di wilayah Kabupaten Tangerang, khususnya di Pasar Kemis, rasanya sudah sulit dianggap sekedar kebetulan. Belum ada satu bulan, setidaknya empat kecelakaan terjadi di wilayah yang kurang lebih sama.
Manajemen PT Biotek Saranatama membantah tudingan bahwa perusahaannya menjadi penyebab pencemaran Sungai Cisadane.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews