Connect With Us

Cemburu, Duda Paruh Baya Bunuh Diri di Depan Kekasih di Jatiuwung

Rangga Agung Zuliansyah | Sabtu, 29 Juli 2017 | 13:00

Almarhum Buyung Eduar, 45. (@TangerangNews2017 / Sayuti Tan Malik)

TANGERANGNEWS.com-Hati siapa yang tidak sakit dan perih, kalau melihat kekasih pujaan hati terlihat berjalan mesra dengan laki-laki lain. Mungkin seperti itu perasaan Buyung Eduar, 45, duda paruh baya, warga Kampung Kebon Kelapa RT02/02, Kelurahan Periuk Jaya, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang ini. Sehingga dirinya pun nekat bunuh diri dihadapan sang kekasih dengan menebas tangannya, Sabtu (29/7/2017) malam.

 

Enu salah satu warga Kampung Kebon Kelapa mengatakan, kejadian tersebut bermula pada pukul 18.30 WIB, Buyung mendatangi kontrakan pacarnya, Dini Safitri, yang masih berusia 15 tahin ini, sambil membawa sangkur untuk menanyakan laki-laki yang mengantarnya pulang.

"Namun justru mereka malah bertengkar, Buyung akhirnya emosi dan mencekik pacarnya. Namun berhaisl dipisahkan oleh orang tua Dini," katanya.

Enu melanjutkan, karena ditegur keras oleh orang tua dan kecewa dengan sikap sang kekasih. Buyung nekat melukai tangan dengan sangkur yang biasa dibawanya saat bertugas sebagai sekuriti ini.

"Para tetangga yang melihat kejadian itu, segera melarikan korban ke rumah sakit dan melaporkannya ke Polsek Jatiuwung, Kota Tangerang. Polisi pun langsung datang ke TKP," katanya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban dikabarkan meninggal dunia beberapa jam setelah dirawat di RSUD Tangerang.(RAZ)

TOKOH
KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

Senin, 7 September 2026 | 15:29

‎Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.

OPINI
Darurat Perundungan, Saatnya Islam Menjadi Solusi Hakiki

Darurat Perundungan, Saatnya Islam Menjadi Solusi Hakiki

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:02

Orang tua mana yang tidak hancur hatinya, ketika melihat anaknya tersakiti? Terlebih jika peristiwa menyakitkan itu terjadi di lingkungan sekolah, tempat yang semestinya menjadi ruang aman bagi anak untuk belajar, bertumbuh

BANTEN
PLN Perluas Ruang Belajar Anak Pulau Panjang lewat Bridge Banten

PLN Perluas Ruang Belajar Anak Pulau Panjang lewat Bridge Banten

Jumat, 16 Oktober 2026 | 20:44

Di tengah keterbatasan akses akibat kondisi geografis kepulauan, SD Negeri Pulo Panjang 2, Kabupaten Serang, mendapat tambahan fasilitas pendidikan melalui program Bridge Banten dari PT PLN (Persero) UID Banten.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill