Connect With Us

Empat Negara Ini Tertarik Program Kurasaki di SMP Kabupaten Tangerang

Maya Sahurina | Selasa, 26 November 2019 | 13:42

Suasana kegiatan kunjungan dari Delegasi Negara Nepal, Bangladesh, Zambia dan Tanzania ke Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Curug Kabupaten Tangerang. (TangerangNews/2019 / Maya Sahurina)

 

TANGERANGNEWS.com-SMP Negeri 2 Curug Kabupaten Tangerang dikunjungi empat delegasi dari negara Nepal, Bangladesh, Zambia dan Tanzania.

Kedatangan rombongan mancanegara itu dalam rangka ingin mengetahui program-program pemerintah daerah setempat, khususnya program Kurangi Sampah di Sekolah Kita (Kurasaki).

Anggota Pokja Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMPL) Imam Sutopo mengatakan, mereka datang mengunjungi sekolah di Kabupaten Tangerang karena ingin menerapkan program tersebut di negaranya. 

"Tamu dari asing ini diajak untuk berkunjung melihat pembangunan sanitasi, karena Kabupaten Tangerang punya banyak sanitasi," ujar Imam, Selasa(26/11/2019).

Imam mengatakan, SMPN 2 Curug pun menjadi salah satu sekolah yang dipilih mereka untuk  kunjungan.

"Sekolah ini yang menjadi etalase sementara program Kurasaki di Indonesia dan baru di Kabupaten Tangerang," ujar Imam. 

Baca Juga :

Dia menuturkan, nantinya program tersebut juga akan diterapkan di seluruh sekolah Kabupaten Tangerang. "Sudah berjalan di 270 sekolah dan targetnya semua sekolah melakukan seperti ini," pungkasnya.

Sementara salah satu delegasi dari Negara Zambia, Chola menuturkan, pihaknya tertarik menerapkan cara mengurangi sampah di sekolah dengan program Kurasaki ini.

"Sangat bagus sekolah ini di sini, programnya juga karena bersih. Dan sangat menyenangkan untuk datang ke sini. Di negara kita belum ada makanya mengambil pelajaran dari sini. Sbenarnya dua-duanya mau diterapkan tapi lebih ke Kurasaki saja," pungkasnya.(RMI/HRU)

TANGSEL
Pemkot Tangsel Tambah Bantuan Logistik 50 KK Terdampak TPA Cipeucang

Pemkot Tangsel Tambah Bantuan Logistik 50 KK Terdampak TPA Cipeucang

Minggu, 11 Januari 2026 | 10:56

Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menambah volume bantuan logistik bagi warga yang tinggal di zona terdampak langsung Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang.

HIBURAN
Penggagas Soundtrack KKN di Desa Penari Ciptakan Lagu Tepis Stereotip Horor Gunung Kawi

Penggagas Soundtrack KKN di Desa Penari Ciptakan Lagu Tepis Stereotip Horor Gunung Kawi

Jumat, 9 Januari 2026 | 13:50

Musisi asal Gunung Kawi, Matoha Mino, merilis lagu berjudul Gunung Kawi sebagai bentuk respons terhadap persepsi yang menurutnya keliru dan telah lama berkembang di masyarakat terkait stigma tentang Gunung Kawi

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill