Connect With Us

2 Pegawainya Meninggal PDP COVID-19, PT PEMI Balaraja Ditutup

Rangga Agung Zuliansyah | Senin, 27 April 2020 | 16:38

Ilustrasi meninggal (Shutterstock.com / Ilustrasi)

 

TANGERANGNEWS.com-Dua karyawan PT Eds Manufacturing Indonesia (PEMI) berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) COVID-19 meninggal dunia. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang pun mengeluarkan langkah penutupan sementara terhadap perusahaan yang berlokasi di Balaraja tersebut.

Dilansir Detik, Asisten Daerah Bidang Pemerintah dan Kesra Pemkab Tangerang Hery Heryanto mengatakan, penutupan itu disampaikan melalui surat yang diberikan pada Senin (27/4/2020).

Dengan itu, PT PEMI diharuskan menutup sementara kegiatan operasinya selama 14 hari seusai amanat Pasal 13 Peraturan Bupati Tangerang No 20/2020, tentang Pedoman PSBB dalam percepatan penanganan COVID-19.

“Penutupan sementara selama 14 hari kepada PT PEMI Balaraja terkait ada 2 orang karyawannya meninggal COVID-19," katanya.

Dijelaskannya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPD) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Tangerang akan melakukan penyemprotan disinfektan di area perusahaan tersebut. Karena itu, penutupan PT PEMI dilakukan sebagai protokol pencegahan COVID-19.

"Selain  penyemprotan disinfektan juga pengecekan kesehatan di PT PEMI Balaraja," tutur Hery.

Sementara itu, Kepala Dinkes Pemkab Tangerang dr Desiriana Dinardianti menyebut dua karyawan PT PEMI yang meninggal dunia berinisial HO dan S.

Untuk pasien HO meninggal setelah mengalami gejala Corona. Berdasarkan kronologi,  sebelumnya pada 18 April, HO berziarah ke Kampung Ilat, Balaraja. Pukul 11.00 WIB pulang ke Cisereh, lalu mengalami sesak napas pada pukul 12.30 WIB dan pingsan di rumah.

“Oleh keluarga dibawa ke Klinik Ilanur, didiagnosa jantung dan dirujuk ke RS Awal Bros Tangerang,” katanya.

Sempat dilakuklan scan thorax dan rapid test, pada korban dengan hasil reaktif. Kemudian dirujuk ke RSUD Banten. “Tanggal 20 April, saudara HO meninggal dunia," papar dr Desiriana.

Kemudian, pasien S sempat berobat ke Klinik Obbini. Namun kemudian dirujuk ke RS Awal Bros Tangerang. Dia mengeluh mual, lemas, dan sesak hingga diputuskan menjalani rawat inap pada 24 April. Sehari dirawat, tepatnya 25 April pukul 05.00 WIB, S dinyatakan meninggal.(RMI/HRU)

TOKOH
KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

Senin, 7 September 2026 | 15:29

‎Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.

NASIONAL
Polisi Selidiki Viral Teh Kemasan Berbusa yang Dibagikan ke Massa Aksi 28 Oktober

Polisi Selidiki Viral Teh Kemasan Berbusa yang Dibagikan ke Massa Aksi 28 Oktober

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:04

Polda Metro Jaya akan menyelidiki viralnya video teh kemasan berbusa yang beredar di media sosial setelah aksi penyampaian aspirasi pada 28 Oktober 2026.

KAB. TANGERANG
Bapenda Tangerang Sebut Aturan LSD Berpotensi Kurangi Pendapatan Daerah dari Properti dan Investasi

Bapenda Tangerang Sebut Aturan LSD Berpotensi Kurangi Pendapatan Daerah dari Properti dan Investasi

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:14

Regulasi lahan sawah dilindungi (LSD) dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 4 Tahun 2026 berpotensi memengaruhi pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Tangerang pada 2027 mendatang.

HIBURAN
Diikuti 1.100 Peserta, Pharmaphoria Fun Run 2026 Meriahkan Paramount Petals

Diikuti 1.100 Peserta, Pharmaphoria Fun Run 2026 Meriahkan Paramount Petals

Minggu, 1 November 2026 | 19:47

Paramount Petals menggelar Pharmaphoria Fun Run 2026 di kawasan Boulevard Paramount Petals, Kabupaten Tangerang, Minggu, 1 November 2026.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill