Uluran Tangan dari Warga Kota Tangerang, Tiga Masjid Rusak Diterjang Banjir Aceh Direnovasi
Kamis, 7 Mei 2026 | 22:01
Upaya pemulihan pascabanjir di sejumlah wilayah Aceh turut mendapat dukungan dari masyarakat Kota Tangerang.
TANGERANGNEWS.com-Kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Kota Tangsel berdampak langsung bagi pekerja informal berpenghasilan harian. Mereka tak lagi dapat memenuhi kebutuhan hidupnya.
Sementara itu, setelah sepekan berlaku PSBB belum semua bantuan sosial dari Pemkot Tangsel tersalurkan ke warga terdampak COVID-19.
Melihat kondisi tersebut, Siti Nur Azizah, bakal calon Wali Kota Tangsel pun terjun langsung memberikan bantuan kepada warga terdampak, Minggu (26/4/2020).
Didampingi Usamah Hisyam, Ketua Persaudaran Muslimin Indonesia (Parmusi), Azizah blusukan di empat kelurahan, yakni Lengkong Gudang di Kecamatan Serpong, Lengkong Karya di Kecamatan Serpong Utara, Pondok Cabe Ilir di Kecamatan Pamulang dan Serua di Kecamatan Ciputat.
"Saya sangat merasakan dampak COVID-19 ini kepada saudara-saudara kita, terutama mereka yang berpenghasilan harian dan pas-pasan. Karenanya, melalui gerakan Tali Asih Azizah, kami bergerak menyalurkan bantuan kepada mereka," ungkap Azizah.
Dalam kegiatan hari ini, Azizah menyerahkan bantuan berupa bahan pokok kepada warga terdampak tersebut. Bantuan tersebut berupa beras sebanyak 2,5 ton, serta bahan kebutuhan pokok lainnya.
Sejak pagi hari, Azizah sudah menyambangi satu persatu warga tersebut. Kedatangannya pun disambut senyum sumringah warga terdampak.
"Saat ini, yang paling dibutuhkan saudara-saudara kita yang terdampak tersebut perhatian dan bantuan bahan pokok agar mereka bisa menyambung hidup, terlebih disaat puasa ini," katanya.
"Semoga, bantuan dari kami bisa sedikit meringankan beban hidup mereka. Kita berdoa semoga wabah COVID-19 ini segera berlalu dan kehidupan kita pulih seperti sedia kala," pungkasnya. (RAZ/RAC)
Upaya pemulihan pascabanjir di sejumlah wilayah Aceh turut mendapat dukungan dari masyarakat Kota Tangerang.
TODAY TAGMemulai bisnis tanpa legalitas yang jelas bisa menjadi hambatan besar di masa depan. Banyak pelaku usaha akhirnya kesulitan saat ingin bekerja sama dengan perusahaan besar atau mengikuti tender.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten akan mengevaluasi sejumlah jurusan di sekolah menengah kejuruan (SMK) yang dinilai sudah tidak lagi sebanding dengan kebutuhan dunia kerja.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews