Connect With Us

Diduga Kelaparan, Pria Ini Ditemukan Tewas di Kebun Pisang Cisauk

Rachman Deniansyah | Rabu, 18 Agustus 2021 | 13:32

Warga di Desa Sampora, Cisauk, Kabupaten Tangerang digegerkan dengan adanya penemuan sesosok mayat, Selasa 17 Agustus 2021 kemarin. (@TangerangNews / Rachman Deniansyah)

TANGERANGNEWS.com-Warga di Desa Sampora, Cisauk, Kabupaten Tangerang digegerkan dengan adanya penemuan sesosok mayat pada Selasa, 17 Agustus 2021 kemarin. 

Kondisinya, sudah sangat mengenaskan. Tubuh jenazah ditemukan warga sudah dalam kondisi membusuk 

Jenazah yang tak diketahui identitasnya itu, ditemukan warga dalam kondisi yang sudah membusuk dengan posisi tersungkur di atas tanah dan pepohonan pisang. 

"Iya benar, kemarin ditemukan di Desa Sampora. Jenazah ini Mr X, jenis kelamin pria, umur sekitar 40 tahun. Ciri-cirinya rambut cepak dan giginya ompong berbadan kurus," ujar Kanit Reskrim Polsek Cisauk, Iptu Margana saat dihubungi pada Rabu, 18 Agustus 2021.

Jenazah pria tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang warga yang kala itu hendak mencari daun pisang di kebun. 

"Ada warga yang mencari daun pisang, lalu mencium aroma yang tidak enak, bau busuk," katanya. 

Ternyata benar saja, ketika menengok ke belakang salah satu pohon pisang, terdapat sesosok mayat yang kondisinya sudah terbilang rusak. 

Selain aroma busuk yang menusuk, tubuh korban pun sudah menghitam. Wajah korban pun sudah tak dapat dikenali. Sebagian kepalanya sudah berbentuk seperti tengkorak. 

"Kondisi jenazah sudah mulai rusak. Artinya sudah mulai membusuk ya. Untuk wajah sih sudah sulit dikenali," tuturnya. 

Margana menduga, kematian korban disebabkan oleh kondisi tubuh yang memang sedang menderita sakit, dan kelaparan. 

Pasalnya setelah menggali keterangan, ada warga yang sempat bertemu korban kurang lebih sepekan lalu. 

Saat itu, korban memang sudah terlihat dalam kondisi yang sangat lemas akibat kelaparan. 

"Tanggal 11 Agustus, almarhum itu tiduran di pos sekretariat RT. Kondisinya lemah, dia tiduran. Dia ke warga minta makan dan minum dengan bahasa yang terbata-bata. Terus dikasih makan minum sama warga," terangnya. 

Bahkan akibat kondisi yang sangat lemas itu, saat makan pun dia tak sanggup duduk. Ia makan dan minum dalam posisi seperti tiduran. 

"Kemudian ditanya warga, orang mana? KTP ada enggak? Pokoknya ditanya identitas tapi dia enggak bisa menjawab karena kondisinya lemah. Enggak linglung, kondisinya lemah sakit," kata Margana. 

Dengan demikian, warga pun membiarkan pria tersebut untuk beristirahat di Pos Sekretariat RT. 

Namun tanpa diketahui, ternyata tak berselang lama ia meninggalkan pos. Hingga sepekan kemudian, jasadnya yang sudah membusuk ditemukan warga. 

"Ya sekitar seminggu. Karena kan terakhir ditemukan warga tanggal 11. Kemudian ditemukan meninggal tanggal 17 Agustus. Berarti meninggal sekitar enam hari," ucap Margana. 

Penemuan itu pun sempat membuat warga heboh. Hingga akhirnya pihak Kepolisian datang ke lokasi dan langsung mengevakuasi korban. 

"Korban diduga tuna wisma. Langsung kita larikan ke rumah sakit. Divisum di rumah sakit. Dia dibawa ke RSUD Tangerang," katanya. 

Margana pun meminta kepada masyarakat yang memang merasa terdapat anggota keluarganya yang menghilang, untuk segera melapor ke polisi. 

"Ya nanti kalau dimuat ya tambahannya kalau ada warga yang kehilangan keluarga, ya segera menghubungi kita," pungkasnya.

HIBURAN
Gelar Pesta Rakyat 2026, D'Masiv hingga Juicy Luicy Bakal Meriahkan HUT RI di GWK Cultural Park  

Gelar Pesta Rakyat 2026, D'Masiv hingga Juicy Luicy Bakal Meriahkan HUT RI di GWK Cultural Park  

Selasa, 4 Agustus 2026 | 18:20

GWK Cultural Park kembali menggelar Pesta Rakyat 2026 untuk menyambut Hari Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

TOKOH
Richard Lee Siap Buka Seluruh Fakta, Tantang Doktif Hadir ke Persidangan

Richard Lee Siap Buka Seluruh Fakta, Tantang Doktif Hadir ke Persidangan

Kamis, 30 Juli 2026 | 14:28

Richard Lee menantang Samira Farahnaz alias Doktif untuk hadir dalam sidang kasus dugaan pelanggaran perlindungan konsumen yang menjerat dirinya sebagai terdakwa.

TEKNO
kUotamasya by.U: Beli Kuota, Buka Peluang Trip Hemat ke Destinasi Impian

kUotamasya by.U: Beli Kuota, Buka Peluang Trip Hemat ke Destinasi Impian

Jumat, 31 Juli 2026 | 07:05

Paket internet sekarang tidak cuma soal jumlah gigabyte. Lewat kUotamasya by.U, kamu bisa mendapatkan kuota sekaligus mendapatkan kesempatan untuk mengikuti perjalanan dengan harga spesial.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill