Andra Soni Dorong Pengusaha Muda Manfaatkan Peluang dari Program MBG
Kamis, 7 Mei 2026 | 16:16
Gubernur Banten Andra Soni mendorong para pengusaha muda untuk menangkap peluang besar dari program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).
TANGERANGNEWS.com-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang mulai melaksanakan vaksinasi anak berusia 6-11 tahun, Selasa 14 Desember 2021. Untuk hari pertama, vaksinasi dilakukan di lima sekolah dengan target 5000 dosis, Selasa 14 Desember 2021.
Salah satu lokasi vaksinasi yakni SDN Medang, Kecamatan Pagedangan yang sempat ditinjau oleh Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar.
Saat meninjau vaksinasi itu, Zaki mendapatkan kejutan ulang tahun dari pelajar dan para dewan Guru di SD. Zaki yang genap berusia 48 tahun ini juga diberikan kue ulang tahun. Dia pun mengucapkan terima kasih kepada semua orang yang telah memberikan kejutan dan mendoakannya.
Zaki mengatakan, pihaknya menargetkan vaksinasi anak berusia 6-11 tahun sebanyak 180 ribu anak.

"Hari ini kita mulai vaksinasi anak usia 6-11 tahun yang sudah berjalan di Kabupaten Tangerang dengan target capaian kurang lebih 180 ribu orang anak," ujarnya.
Zaki mengungkapkan jenis vaksin yang diberikan kepada anak ini adalah Sinovac. Vaksinasi akan dilakukan secara bertahap diseluruh sekolah di Kabupaten Tangerang.
Diharapkan dengan percepatan vaksinasi anak tersebut dapat membentuk kekebalan kelompok atau herd immunity terhadap para anak-anak.
"Nanti secara bertahap kita akan gelar di seluruh SDN, SD Swasta dan juga Madrasah. (Jenis vaksin) kita tetap pakai vaksin jenis Sinovac," katanya.
Lurah Medang Muhamad Tarlan mengatakan vaksin yang disiapkan untuk di wilayahnya sebanyak 1.000 dosis. Syarat untuk mendapat vaksin ini bagi siswa kelas 1-3 SD harus didampingi orangtuanya.
"Tetapi tetap di-screening. Kalau tensi darah dan kondisinya kurang baik, kita minta si anak istirahat dulu," jelasnya.
Gubernur Banten Andra Soni mendorong para pengusaha muda untuk menangkap peluang besar dari program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).
TODAY TAGMemulai bisnis tanpa legalitas yang jelas bisa menjadi hambatan besar di masa depan. Banyak pelaku usaha akhirnya kesulitan saat ingin bekerja sama dengan perusahaan besar atau mengikuti tender.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten akan mengevaluasi sejumlah jurusan di sekolah menengah kejuruan (SMK) yang dinilai sudah tidak lagi sebanding dengan kebutuhan dunia kerja.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews