Connect With Us

Sengkarut NIK Ganda hingga Terpakai Jadi Masalah Program Vaksinasi 

Tim TangerangNews.com | Jumat, 10 Desember 2021 | 10:19

Anggota Tim Advokasi Laporan Warga LaporCovid-19 Yemiko Happy dalam diskusi secara virtual. (@TangerangNews / Tangkapan layar)

ANGERANGNEWS.com - Permasalahan Nomor Induk Kependudukan (NIK) ganda hingga NIK telah terpakai oleh orang lain menjadi permasalahan yang dihadapi saat menjalankan program vaksinasi pada masyarakat umum.

“Kami melihat ini sebagai suatu tanda umum atau gejala umum bahwa NIK juga bermasalah bagi masyarakat umum. Bukan hanya pada masyarakat rentan yang tidak memiliki NIK,” kata Tim Advokasi Laporan Warga dari Lapor Covid-19 Yemiko Happy.

Yemiko menyampaikan permasalahan tersebut dalam diskusi publik bertajuk “Masihkah NIK Menjadi Penghambat Akses Vaksinasi Inklusif Masyarakat Adat dan Kelompok Rentan” yang digelar secara daring di Jakarta, Kamis 9 Desember 2021, seperti dilansir dari Antara.

Berdasarkan data yang pihaknya catat sejak Agustus 2021 lalu, telah mendapatkan sejumlah aduan masyarakat yang berkaitan dengan penggunaan NIK, guna mendapatkan akses mengikuti kegiatan vaksinasi Covid-19 seperti NIK ganda juga NIK tidak terdeteksi pada saat melakukan vaksinasi.

Selain itu, didapati pula bahwa ada penyalahgunaan NIK oleh orang lain serta jumlah nomor NIK yang salah atau melebihi 16 digit angka. Akibatnya, banyak masyarakat tidak bisa mengikuti vaksinasi karena keterangan NIK telah digunakan atau NIK tidak dapat dimasukkan ke dalam sistem Aplikasi PeduliLindungi.

Terkait dengan NIK ganda, Yemiko mengungkapkan, masyarakat tak bisa mengikuti vaksinasi karena terdapat keterangan bawa nomor itu sudah terpakai oleh orang dengan nama dan tanggal lahir yang sama, hanya saja menggunakan nomor telepon yang berbeda.

“Kita juga menerima laporan terkait dengan NIK ganda terjadi di Banten. Orang tak jadi menerima vaksin akibat masalah ini kemudian persoalan terkait dengan NIK yang terpakai,” tuturnya.

Menurut Yemiko, NIK yang telah terpakai tersebut tidak mendapatkan persetujuan atau izin dari orang yang bersangkutan, sehingga tanpa sepengetahuan orang yang bersangkutan, nomor kependudukan itu telah digunakan. Akhirnya, berujung pada permasalahan penyalahgunaan NIK.

Di saat yang sama, pihaknya turut menyoroti bahwa banyak masyarakat yang telah terdaftar dalam Aplikasi PeduliLindungi namun sebenarnya tidak pernah divaksin.

Hal ini kemudian dilaporkan ke pihak pemerintah, namun tidak mendapat jawaban yang jelas dan seringkali di lempar ke beberapa pihak, sehingga masyarakat memilih untuk melaporkan ke kanal-kanal alternatif.

“Karena persoalan-persoalan yang sudah saya paparkan sebelumnya, itu mereka sudah melaporkan nomor kontak di kartu vaksin. Tapi kemudian dokter tersebut tak mau menindaklanjuti karena dokter hanya mau mengurusi persoalan KIPI,” ujar Yemiko. 

Oleh sebab itu, dia menyarankan pemerintah untuk kembali memastikan kanal aduan bagi warga terkait dengan permasalahan NIK dapat dikelola secara baik sehingga dapat menindaklanjuti laporan secara optimal.

“Kami ajak pemerintah mencoba mengaktifkan kanal-kanal aduannya, sehingga paling tidak, kami memiliki beberapa rekomendasi terkait persoalan NIK secara umum, sebagai suatu usaha untuk percepatan vaksinasi,” kata dia.

WISATA
BSD Bakal Punya Destinasi Wisata Baru Bertema Peternakan Seluas 3,8 Hektare

BSD Bakal Punya Destinasi Wisata Baru Bertema Peternakan Seluas 3,8 Hektare

Kamis, 11 Juni 2026 | 17:59

Destinasi wisata peternakan pertama dan satu-satunya di kawasan BSD City bernama bernama Dairyland at Hiera BSD segera hadir untuk memenuhi kebutuhan bermain keluarga modern di Jabodetabek.

KOTA TANGERANG
4 Kali Masuk Penjara, Residivis Curanmor Kembali Ditangkap Usai Gasak Motor di Tangerang

4 Kali Masuk Penjara, Residivis Curanmor Kembali Ditangkap Usai Gasak Motor di Tangerang

Selasa, 16 Juni 2026 | 11:50

Empat kali masuk bui ternyata tidak membuat WS, 42, kapok. Warga Johar Baru, Jakarta Pusat ini malah kembali mencuri dua sepeda motor di Kota Tangerang.

BANDARA
Tergiur Upah Rp40 Juta, Mahasiswa Asal Aceh Selundupkan 3,9 Kg Sabu di Bandara Soetta

Tergiur Upah Rp40 Juta, Mahasiswa Asal Aceh Selundupkan 3,9 Kg Sabu di Bandara Soetta

Senin, 15 Juni 2026 | 20:17

Seorang mahasiswa asal Aceh berinisial NF ditangkap aparat Kepolisian bersama Bea Cukai di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Kota Tangerang lantaran berupaya menyelundupkan narkoba jenis sabu seberat 3,974 kilogram.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill