Connect With Us

Baznas Bantu Rp35 Juta untuk Korban Pinjol di Tangerang yang Jual Ginjal

Tim TangerangNews.com | Rabu, 5 Januari 2022 | 08:13

Baznas membantu meringankan beban utang warga Kampung Rawa Lini, Teluknaga, Kabupaten Tangerang, yang terjerat pinjol. (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com–Bantuan untuk Mila Kusuma, 41, janda empat anak di Kabupaten Tangerang yang berniat menjual ginjal untuk menutupi utangnya lantaran terjerat pinjaman online (pinjol), datang dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).  

Ketua Baznas RI Noor Achmad mengatakan, pihaknya membantu pelaku yang terjerat utang pinjol karena termasuk dalam asnaf gharim (orang yang berutang). “Bantuan itu berlaku selama alasan meminjam karena mendesak untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari,” kata Noor dalam keterangan tertulisnya, Selasa 4 Januari 2022.

Noor menyebutkan jumlah bantuan yang diberikan nantinya disesuaikan dengan kemampuan Baznas, yaitu sebesar Rp35 juta.

"Kalau memang digunakan betul-betul untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, itu memenuhi persyaratan untuk dibantu. Tapi kalau misalnya pinjam online untuk macam-macam, seperti beli barang yang sifatnya konsumsi, itu (tidak termasuk). Karena kita ada tim untuk survei," terang Noor.

Noor menjelaskan beberapa syarat diberlakukan untuk membantu jeratan pinjol hingga bank/koperasi seperti yang dialami Mila, karena uang zakat yang dikelola Baznas tak bisa semua dilimpahkan untuk program gharimin.

Syarat pertama, pinjaman dilakukan dengan alasan digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup mendesak. Syarat kedua, melengkapi dokumen yang sesuai dengan ketentuan, karena Baznas merupakan lembaga publik yang keuangannya juga diaudit oleh publik, sehingga pelaporan dipertanggungjawabkan secara umum kepada para pemberi zakat.

Pada tahap asesmen ini, berkas Mila yang sudah masuk melalui tim Layanan Aktif Baznas (LAB) di antaranya surat pernyataan, KK, KTP, fotokopi SKTM, serta angsuran peminjaman.

Kepala Layanan Aktif Baznas Iskandar Darussalam mengatakan bahwa berdasarkan hasil asesmen langsung, Mila termasuk ashnaf Gharimin. “Maka tim LAB merekomendasikan untuk dapat membantu meringankan cicilan Ibu Mila," kata Iskandar.

Berdasarkan asesmen yang dilakukan Tim LAB, Mila merupakan seorang janda yang sudah ditinggalkan oleh suaminya sejak 2016. Suaminya meninggal karena penyakit angin duduk, sehingga ia menjadi tulang punggung keluarga.

Mila yang tinggal di Kampung Rawa Lini Desa Teluknaga, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang, mempunyai empat orang anak. Anak pertamanya sudah menikah tinggal di rumah mertua. Lalu anak kedua masih duduk di sekolah aliyah/SMA, anak ketiganya duduk di bangku SMP, dan anak keempatnya duduk di bangku TK.

Mila mengaku kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sejak suaminya meninggal. Untuk bertahan hidup, dia bekerja serabutan demi bisa memenuhi kebutuhan hidup.

Dengan kondisi ekonomi yang sulit, Mila memberanikan diri untuk melakukan pinjaman ke bank keliling/koperasi, pinjaman online, dan pinjaman lainnya, hingga utangnya membengkak senilai Rp65 juta dari 11 dari koperasi dan bank keliling.

Selama ini, dia sudah menjual barang-barangnya untuk menutupi utang. Setelah barang-barang habis terjual, dia kebingungan harus ke mana lagi agar bisa melunasi utangnya.

Keputusasaan melingkupi Mila. Ia bahkan berniat menjual ginjalnya sebagai cara terakhir untuk membayar utang-utang yang menjadi tanggungannya. Kondisi ini kemudian tersebar luas di media massa dan media sosial. Mendapati kabar tersebut, Baznas langsung bergerak mendatangi kediaman Mila untuk mengulurkan bantuan.

SPORT
Masih Tanpa Emas di Asian Games 2026, Indonesia Ketinggalan di Peringkat 23

Masih Tanpa Emas di Asian Games 2026, Indonesia Ketinggalan di Peringkat 23

Kamis, 24 September 2026 | 12:35

Persaingan klasemen medali Asian Games 2026 terus berubah seiring bertambahnya nomor pertandingan. Hingga Kamis 24 September 2026, Indonesia masih belum meraih medali emas dan berada di peringkat ke-23.

AYO! TANGERANG CERDAS
Menkeu Suahasil Sebut Rencana Pendidikan Gratis SD hingga Perguruan Tinggi Belum Punya Anggaran Khusus

Menkeu Suahasil Sebut Rencana Pendidikan Gratis SD hingga Perguruan Tinggi Belum Punya Anggaran Khusus

Jumat, 25 September 2026 | 10:54

Rencana pemerintah menggratiskan biaya pendidikan negeri dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi masih dalam tahap penyusunan.

TEKNO
Kemendikdasmen Dorong Pembelajaran Berbasis AI Lewat Program Terpujilah GURU

Kemendikdasmen Dorong Pembelajaran Berbasis AI Lewat Program Terpujilah GURU

Jumat, 25 September 2026 | 21:19

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI mendorong pemanfaatan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) oleh tenaga pendidik dalam metode pembelajaran di ruang kelas lewat program Terpujilah GURU 2026

HIBURAN
VIVERE Hotel Hadirkan “Big Days, Open Doors”, Open House untuk Konsultasikan Acara Pernikahan 

VIVERE Hotel Hadirkan “Big Days, Open Doors”, Open House untuk Konsultasikan Acara Pernikahan 

Senin, 21 September 2026 | 17:09

VIVERE Hotel, ARTOTEL Curated menghadirkan open house dengan konsep berbeda melalui “Big Days, Open Doors”.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill