Netizen Keluhkan Parkir Liar Getok Harga di Kawasan Kuliner Laksa Tangerang
Jumat, 2 Oktober 2026 | 13:45
Kawasan Kuliner Laksa di Jalan Moh. Yamin, Kota Tangerang mendadak jadi sorotan publik setelah keluhan soal parkir liar viral di media sosial.
TANGERANGNEWS.com-Direktur Utama PD Pasar Niaga Kertaraharja Kabupaten Tangerang Syaefunnur Maszah menyampaikan klarifikasi terkait video dirinya yang viral di media sosial dengan aksi pamer gepokan uang.
Syaefunnur mengatakan, video tersebut dibuat pada 15 September 2020 di rumahnya dan direkam oleh anaknya.
"Waktu TikTok itu dibuat haqqul yaqin saya bahwa itu semata saya mengingatkan tuh awas ini duit itu panas, hareudang hareudang (gerah gerah) gitu konteksnya itu," ujarnya saat jumpa pers di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Kota Tangerang, Rabu 2 Februari 2022.
Adapun tujuan konten dibuat untuk menyampaikan pesan kepada orang terdekatnya agar lebih berhati-hati dalam mengelola uang yang kemudian diistilahkan 'uang panas'.
"Konteksnya adalah bolehlah nyari rezeki nyari uang sebanyak-sebanyaknya kalau berpikir hidup mau selamanya tapi jangan lupa kita beramal kalau berpikir mati besok," jelasnya.
Baca Juga :
Syaefunnur menyebut, gepokan uang yang ada dalam video tersebut merupakan uang miliknya pribadi, bukan uang kedinasan.
"Tapi dalam kesempatan ini saya ingin menyampaikan sebagai pelayan publik, sebagai pembantu Pak Bupati di bidang perpasaran, itu bisa menimbulkan multi tafsir walaupun niatan saya itu canda bermakna," ucapnya.
Syaefunnur mengaku dirinya sebagai pejabat publik meminta maaf kepada masyarakat karena telah memberikan contoh yang dianggap tidak baik.
"Saya minta maaf itu, saya menyesal itu. Dan itu benar-benae accident. Saya tidak akan ulangi hal-hal itu," pungkasnya.
Kawasan Kuliner Laksa di Jalan Moh. Yamin, Kota Tangerang mendadak jadi sorotan publik setelah keluhan soal parkir liar viral di media sosial.
TODAY TAGRencana pemerintah menggratiskan biaya pendidikan negeri dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi masih dalam tahap penyusunan.
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Banten menggelar Simulasi Tim Tanggap Darurat Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3)
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews