Tak Maksimal Sumbang PAD, Wisata Kabupaten Tangerang Terkendala Regulasi dan Lahan
Selasa, 6 Oktober 2026 | 19:40
Potensi pariwisata di Kabupaten Tangerang belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
TANGERANGNEWS.com-Direktur Utama PD Pasar Niaga Kertaraharja Kabupaten Tangerang Syaefunnur Maszah menyampaikan klarifikasi terkait video dirinya yang viral di media sosial dengan aksi pamer gepokan uang.
Syaefunnur mengatakan, video tersebut dibuat pada 15 September 2020 di rumahnya dan direkam oleh anaknya.
"Waktu TikTok itu dibuat haqqul yaqin saya bahwa itu semata saya mengingatkan tuh awas ini duit itu panas, hareudang hareudang (gerah gerah) gitu konteksnya itu," ujarnya saat jumpa pers di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Kota Tangerang, Rabu 2 Februari 2022.
Adapun tujuan konten dibuat untuk menyampaikan pesan kepada orang terdekatnya agar lebih berhati-hati dalam mengelola uang yang kemudian diistilahkan 'uang panas'.
"Konteksnya adalah bolehlah nyari rezeki nyari uang sebanyak-sebanyaknya kalau berpikir hidup mau selamanya tapi jangan lupa kita beramal kalau berpikir mati besok," jelasnya.
Baca Juga :
Syaefunnur menyebut, gepokan uang yang ada dalam video tersebut merupakan uang miliknya pribadi, bukan uang kedinasan.
"Tapi dalam kesempatan ini saya ingin menyampaikan sebagai pelayan publik, sebagai pembantu Pak Bupati di bidang perpasaran, itu bisa menimbulkan multi tafsir walaupun niatan saya itu canda bermakna," ucapnya.
Syaefunnur mengaku dirinya sebagai pejabat publik meminta maaf kepada masyarakat karena telah memberikan contoh yang dianggap tidak baik.
"Saya minta maaf itu, saya menyesal itu. Dan itu benar-benae accident. Saya tidak akan ulangi hal-hal itu," pungkasnya.
Potensi pariwisata di Kabupaten Tangerang belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
TODAY TAGPolres Metro Tangerang Kota memperketat pendampingan terhadap para pelajar di wilayah hukumnya melalui optimalisasi peran Bhabinkamtibmas sebagai "Bapak Asuh".
Sebanyak 16 lokasi di Banten masih dalam proses pembangunan jaringan listrik perdesaan. PLN UID Banten menargetkan seluruh jaringan tersebut dapat selesai dan mulai menyala pada akhir Desember 2026.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews