Connect With Us

Paramount Land Pasarkan Pasadena Grand Residences Tahap II

Tim TangerangNews.com | Senin, 14 Maret 2022 | 20:17

Paramount Land memasarkan Pasadena Grand Residences tahap II. (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com-Paramount Land memasarkan Pasadena Grand Residences tahap II. Direktur Planning & Design Paramount Land Henry Napitupulu menjelaskan, Pasadena Grand Residences hunian premium yang tidak hanya menghadirkan keindahan konsep dan kenyamanan fasilitas dengan lingkungan yang sehat. Tetapi juga dilengkapi dengan smart home system. 

Berada di lokasi strategis, pertemuan 2 akses kota, selangkah dari Boulevard Raya Gading Serpong yang memudahkan penghuni mencapai semua fasilitas dari kedua kota dengan sangat mudah. 

Mengacu pada prinsip dasar kebutuhan manusia dan sejalan dengan hunian yang dapat memenuhi gaya hidup sehat dan modern, Pasadena Grand Residences tahap II hadir dengan konsep modern tropis yang identik dengan green environment yaitu, udara yang nyaman, sinar matahari maksimal dengan jendela besar, pengudaraan alami, dan air yang bersih. 

 

Konsep modern dihadirkan melalui bentuk tampak, bentuk ruangan, area terbuka, dan material yang dikemas dengan lingkungan yang sehat sehingga Pasadena Grand Residences menjadi sebuah hunian premium.

Pasadena Grand Residences tahap II menyediakan beberapa tipe unit yang dapat dipilih sesuai selera. Pasadena Grand Residences juga dilengkapi oleh Community Club seluas 2.300 m2, Jogging track sepanjang 1,3 km, Green belt/area hijau panjang, cluster Green spine dan 4 pocket garden. "Kualitas lingkungan dengan pembangunan yang berkelas akan memberi pengalaman yang menyenangkan bagi penghuni saat tinggal di Pasadena Grand Residences, Gading Serpong,” pungkas Henry. 

M. Nawawi, Direktur Paramount Land menambahkan, tren pencarian rumah menengah ke atas tahun ini diprediksi meningkat. Data pencarian properti di Rumah.com menunjukkan sebanyak 52% pencarian properti hunian merupakan pencarian dengan harga di atas Rp 1 miliar. Kepercayaan diri pada pasar menengah ke atas menjadi indikasi makin pulihnya situasi pasar properti nasional dan ekonomi nasional pada umumnya. 

Perilaku konsumen saat ini yang cenderung lebih tanggap dan kritis dalam segala aspek untuk mencari hunian idaman, memotivasi kami untuk terus berinovasi menghadirkan produk-produk terbaik dan diminati oleh konsumen. 

Masyarakat saat ini lebih selektif dalam memilih produk yang berkualitas, berkredibilitas, dan berkonsep demi terpenuhinya keinginan konsumen. "Pasadena Grand Residences merupakan hunian premium dan bernilai tinggi, pertama kali diperkenalkan pada akhir tahun 2021 dan mendapat respon luar biasa," ujarnya. 

Pasadena Grand Residences diluncurkan dalam jumlah terbatas sebanyak 59 unit dengan harga mulai Rp 4,9 miliaran hingga Rp 10,5 miliaran. "Kami menyediakan beragam cara pembayaran yang mudah dan menarik, di antaranya Super Cash, Tunai Keras, KPR (angsuran ringan), dan tunai bertahap," ujarnya.

BISNIS
JETOUR Kantongi 1.038 SPK di GIIAS 2026, Model SUV T2 dan T1 i-DM Paling Laku

JETOUR Kantongi 1.038 SPK di GIIAS 2026, Model SUV T2 dan T1 i-DM Paling Laku

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:23

Selama pameran berlangsung, JETOUR berhasil membukukan total 1.038 Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) dari seluruh lini SUV yang ditawarkan kepada konsumen Indonesia.

OPINI
Fenomena Sarjana Pengangguran

Fenomena Sarjana Pengangguran

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 17:50

Lagu lama berulang kembali, pengangguran dari gelar sarjana semakin banyak. Realitasnya gelar sarjana ternyata bukan jaminan seseorang akan terhindar dari ancaman pengangguran.

NASIONAL
PLN Pulihkan 11 Gardu Induk di Flores Pascagempa M7,7, Satu Penyulang Masih Gangguan

PLN Pulihkan 11 Gardu Induk di Flores Pascagempa M7,7, Satu Penyulang Masih Gangguan

Minggu, 16 Agustus 2026 | 18:02

PT PLN (Persero) mempercepat pemulihan sistem kelistrikan di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), setelah gempa bumi berkekuatan M7,7 terjadi pada Sabtu, 15 Agustus 2026, pagi.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill