Ada Rumah Rasa Villa Mulai Rp400 Jutaan Hanya 25 Menit dari BSD
Kamis, 21 Mei 2026 | 23:28
Aksesibilitas yang dekat dengan kawasan BSD City Tangerang kini menjadi magnet utama pencari hunian.
TANGERANGNEWS.com-Warga dan pengguna jalan mengkhawatirkan jembatan penghubung antara Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang Selatan rusak parah. Jembatan yang berlokasi di Desa Sampora, Kecamatan Cisauk, Kabupaten Tangerang, ini sudah tidak layak pakai.
Kerusakan pada jembatan yang dibangun pada 1982 itu terjadi di seluruh badan jembatan, mulai dari jalan yang berlubang, sampai tiang besi penyangga patah dan terlepas.

Pengguna jalan dan warga setempat pun mengeluhkan kondisi jembatan yang sudah terbilang tua itu. Seperti halnya Arif, seorang pengguna jalan yang setiap hari melewati jembatan tersebut.
Arif mengatakan, jembatan ini akses terdekat untuk menuju tempat dia bekerja. “Saya merasa risih dan takut setiap melewati jembatan ini, karena kita tidak tahu kapan musibah datang. Takutnya pas saya lewat jembatan ini roboh,” ucap Arif.

Arif berharap pemerintah segera bertindak untuk memperbaiki jembatan ini agar para pengguna jalan merasa nyaman dan aman ketika melintasinya.
Begitu juga dengan warga setempat, Tarmin, yang mengaku khawatir jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan pada jembatan di daerahnya itu.
Ia menerangkan bahwa selain usia jembatan sudah tua, jembatan tersebut juga banyak sekali mengalami kerusakan.

“Semoga pemerintah bisa cepat mengganti jembatan ini, masa harus nunggu ada korban jiwa karena jembatan roboh baru bertindak,” ujar Tarmin.
“Itu jalannya ditambal pakai pelat besi karena bolong dan banyak tiang besi patah, bahaya banget untuk pengguna jalan,” tambah dia.
Aksesibilitas yang dekat dengan kawasan BSD City Tangerang kini menjadi magnet utama pencari hunian.
TODAY TAGKini wajah Situ Cihuni, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, berubah total. Situ seluas 22 hektar ini dulunya dikenal sebagai area terbengkalai. Ilalang tinggi, semak liar, hingga kesan menyeramkan pernah melekat di kawasan tersebut.
Persita Tangerang melepas sejumlah pemainnya untuk agenda internasional FIFA Matchday Juni 2026.
Kasus hantavirus kembali menjadi sorotan setelah muncul laporan infeksi virus langka tersebut di kapal pesiar MV Hondius yang dikabarkan menyebabkan korban meninggal dunia.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews