Connect With Us

Ngabuburit Bawa 93 Gram Sabu, Dua Pria di Panongan Tangerang Diciduk Polisi

Tim TangerangNews.com | Senin, 18 April 2022 | 19:34

Dua pria ditangkap polisi karena kedapatan membawa sabu-sabu di Jalan Raya Padat Karya, Desa Ciakar, Panongan, Kabupaten Tangerang. (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com–Polisi menangkap dua pria yang membawa narkotika jenis sabu-sabu di Jalan Raya Padat Karya, Desa Ciakar, Panongan, Kabupaten Tangerang, Banten.

Kedua pria berinisial RP dan AP yang diringkus saat jalan-jalan sore menunggu azan Maghrib alias ngabuburit pada akhir pekan kemarin itu kedapatan membawa sabu-sabu seberat 93,6 gram. 

Penangkapan keduanya disampaikan Kasat Narkoba Polresta Tangerang, Kompol Gede pada Minggu 17 Apri 2022, seperti dilansir dari Tribun. Gede mengungkapkan pihaknya telah melakukan pengintaian terhadap yang bersangkutan.

Polisi pun langsung melancarkan penyergapan terhadap pelaku narkoba. "Saat kami amankan ditemukan sejumlah barang bukti sabu seberat 93,6 gram. Dengan estimasi harga senilai Rp130 juta," kata Gede. 

Gede menyebut lokasi penangkapan kerap kali jadi tempat transaksi jual beli narkoba. Dengan penangkapan tersebut, polisi terus mengembangkan kasus ini. "Kami masih melakukan pengembangan dari mana mereka mendapatkan barang ini (sabu-sabu)," terang Gede.

Menurut dia, kedua pelaku tergiur menjadi pengedar narkoba karena diiming-imingi upah tinggi. "Dapat upah sebesar Rp600.000," ujar Gede.

TEKNO
Fundamental dan Teknikal Solana di Akhir Tahun 2026

Fundamental dan Teknikal Solana di Akhir Tahun 2026

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:16

Solana memasuki akhir 2026 dengan sejumlah katalis yang dapat menentukan arah harga SOL. Pertumbuhan ekosistem, aktivitas jaringan, pengembangan aplikasi terdesentralisasi, serta kondisi pasar kripto menjadi faktor fundamental yang perlu

OPINI
Darurat Perundungan, Saatnya Islam Menjadi Solusi Hakiki

Darurat Perundungan, Saatnya Islam Menjadi Solusi Hakiki

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:02

Orang tua mana yang tidak hancur hatinya, ketika melihat anaknya tersakiti? Terlebih jika peristiwa menyakitkan itu terjadi di lingkungan sekolah, tempat yang semestinya menjadi ruang aman bagi anak untuk belajar, bertumbuh

NASIONAL
Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:45

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menilai kenaikan upah minimum bukan penyebab utama penutupan pabrik dan pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill