HUT ke-81 RI, Pemkot Tangerang Sediakan Paket Sembako Murah Rp95 Ribuan
Selasa, 21 Juli 2026 | 17:30
Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Ketahanan Pangan (DKP) kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM).
TANGERANGNEWS.com-Potret kejorokan masyarakat karena menumpuknya sampah yang dibuang dengan sembarangan terlihat di pinggiran jalan kawasan Olek, Desa Sentul, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, Kamis 11 Agustus 2022.
Berdasarkan pantauan TangerangNews, sampah-sampah yang berserakan di pinggir jalan ini merupakan limbah rumah tangga seperti plastik, botol, dan bekas makanan.
Warga setempat mengeluhkan kondisi sampah yang memanjang, menumpuk, dan menimbulkan bau tak sedap tersebut.
Sebenarnya, warga sadar dengan kondisi masyarakat yang cenderung tidak peduli pada kebersihan ini. Namun, warga tidak dapat berbuat banyak.
"Kita juga tidak bisa menyalahkan pemerintah ya. Harusnya kita juga sebagai warga setempat bisa menjaga kebersihan lingkungan," ungkap seorang warga yang enggan disebut namanya kepada TangerangNews.
Potret joroknya sampah ini ternyata sudah lama terjadi, sehingga terkesan ada pembiaran dari pemerintah setempat.
Adapun selain tidak pedulinya warga terhadap lingkungan, menumpuknya sampah ini karena minimnya tempat pembuangan sampah (TPS).
"Sepertinya masyarakat juga bingung mau membuang sampah ke mana. Jadinya buang ke situ terus," jelasnya.
Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Ketahanan Pangan (DKP) kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM).
TODAY TAGBangku-bangku kosong di ruang kelas sekolah negeri kini bukan lagi pemandangan yang hanya ditemukan di daerah terpencil. Fenomena tersebut mulai terjadi di berbagai wilayah Indonesia, termasuk kota-kota yang selama ini dikenal memiliki akses
RS Mandaya Royal Puri resmi menghadirkan robot bedah Da Vinci Xi, teknologi kesehatan terbaru yang diklaim mampu meningkatkan presisi operasi sekaligus mengurangi kebutuhan tindakan bedah dengan sayatan besar.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews