Connect With Us

Terapkan 4 Pilar Kebangsaan, Wakil Ketua MPR RI Sebut LDII Bisa Jadi Contoh

Rangga Agung Zuliansyah | Sabtu, 13 Agustus 2022 | 18:21

Wakil Ketua MPR Yandri Susanto bersama pengurus LDII saat kegiatan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Pondok Pesantren Budi Mulia, Kabupaten Tangerang, Jumat 12 Agustus 2022. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Wakil Ketua MPR RI Yandri Susanto menyebut ormas islam Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) bisa dijadikan contoh dalam menanamkan wawasan kebangsaan terhadap warganya.

Ia menegaskan, ormas Islam harus bijak dalam menghadapi dinamika politik yang terjadi saat ini. Terutama terkait perbedaan, sebab, hal itu tidak bisa dihindari.

“Justru karena perbedaan itu kita membangun toleransi, memahami satu sama lain bukan menjatuhkan satu sama lain. Karena perbedaan itu kita bisa kuat,” ucapnya saat Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Pondok Pesantren Budi Mulia, Kabupaten Tangerang, Jumat 12 Agustus 2022.

Yandri melihat LDII sebagai ormas Islam, telah mengembangkan toleransi di tengah kemajemukan bangsa. Karena itu, LDII merupakan contoh dari sisi kekompakan, ketertiban, kebersihan, dan sopan santunnya yang termasuk dalam amanah Pancasila.

“Saya kira kalau LDII tidak perlu diceramahin lagi karena politik kebangsaannya termasuk mengamalkan empat pilar kebangsaan itu sudah termasuk luar biasa. LDII sudah top kalau masalah empat pilar kebangsaan,” tambahnya.

Yandri yang pernah menjabat Ketua Komisi VIII DPR RI itu mengatakan peran alim ulama, tokoh umat, dan tokoh agama itu sangat dibutuhkan. Menurutnya, keterlibatan mereka dibutuhkan karena kontestasi pemilu juga melibatkan umat Islam.

“Kami berharap keterlibatan alim ulama itu bisa melahirkan pemimpin-pemimpin bangsa yang dibutuhkan bangsa ini. Yang bisa menyejahterakan rakyat, dan bisa menjaga persatuan dan kesatuan,” katanya.

Dalam sosialisasi itu, ia juga menyebut, Indonesia saat ini sedang darurat narkoba. Di Banten terutama di Serang telah masuk 40 ton sabu-sabu yang masuk lewat bibir pantai yang tersembunyi. Data dari kepolisian, terdapat 4 juta orang menjadi korban narkoba.

“Saya pastikan tidak ada satupun orang LDII yang terkena narkoba. Artinya, ya, kalau misalkan tidak mau terkena narkoba masukkan anak-anaknya ke pondok pesantren LDII,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua DPW LDII Banten Dimo Tomo Sumito mengatakan, dalam rangka menanamkan dan mempromosikan wawasan kebangsaan kepada masyarakat, LDII akan mengadakan seremoni pengibaran bendera merah putih di bawah laut.

“Ini instruksi dari DPP LDII supaya pada bulan Agustus ini, untuk menyemarakkan dan mempromosikan semangat wawasan kebangsaan,” ujarnya.

Dalam upaya menanamkan nilai-nilai Pancasila di kalangan warganya, LDII bersinergi dan berkolaborasi dengan stakeholder terkait.

“Sinergi itu perlu kami galakkan dan tingkatkan dengan stakeholder terkait, karena dengan bersinergi penanaman wawasan kebangsaan bisa berjalan dengan baik. Salah satunya dengan MPR,” kata Dimo.

Sebagai tuan rumah, Pengasuh Pondok Pesantren Budi Mulia Kabupaten Tangerang Suparjo menegaskan, wawasan kebangsaan bukan hal asing bagi pondok pesantren yang diasuhnya. Yang diajarkan bukan hanya teori saja, namun juga dalam praktek keseharian.

BANTEN
Gubernur Banten Tegaskan Anyer Harus Berbenah Agar Kembali Diminati Wisatawan

Gubernur Banten Tegaskan Anyer Harus Berbenah Agar Kembali Diminati Wisatawan

Senin, 29 Juni 2026 | 15:12

Gubernur Banten, Andra Soni mendorong semua pihak agar dapat mengembalikan kejayaan kawasan wisata Anyer sebagai pilihan utama (top of mind) destinasi liburan bagi masyarakat domestik, khususnya warga Jakarta dan wilayah aglomerasinya.

BISNIS
Hadapi Era Digital, Habib Idrus Ajak Pemuda Perkuat Empat Pilar dan Lirik Bisnis Affiliate

Hadapi Era Digital, Habib Idrus Ajak Pemuda Perkuat Empat Pilar dan Lirik Bisnis Affiliate

Senin, 22 Juni 2026 | 11:45

Di tengah derasnya arus informasi dan meningkatnya tantangan sosial, penguatan nilai-nilai kebangsaan dinilai menjadi benteng utama dalam menjaga persatuan bangsa.

NASIONAL
PHK Tembus 43 Ribu Pekerja hingga Juni 2026, Industri Manufaktur Paling Terdampak

PHK Tembus 43 Ribu Pekerja hingga Juni 2026, Industri Manufaktur Paling Terdampak

Senin, 29 Juni 2026 | 18:49

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mencatat jumlah pekerja yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) terus bertambah. Hingga Juni 2026, total pekerja yang terdampak PHK telah mencapai sekitar 43.000 orang.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill