Tak Maksimal Sumbang PAD, Wisata Kabupaten Tangerang Terkendala Regulasi dan Lahan
Selasa, 6 Oktober 2026 | 19:40
Potensi pariwisata di Kabupaten Tangerang belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
TANGERANGNEWS.com-Pasca-kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi pada pekan lalu, omzet angkutan kota (angkot) di Kabupaten Tangerang anjlok.
"Kalau dibilang turun pasti turun pendapatan, karena penumpang yang tadinya ingin naik angkot jadi naik motor semua," kata Reza Apit, sopir angkot trayek Cimone-Balaraja kepada TangerangNews, Sabtu, 17 September 2022.
Reza menyebutkan, dengan adanya tarif yang telah ditetapkan pemerintah sebenarnya tidak menjadi beban.
"Saat belum adanya tarif yang dikeluarkan. Harga sama saja dengan yang lain, hanya naik Rp2ribu," ungkapnya.
Ia mengungkapkan, pendapatan per hari setelah kenaikan harga BBM hanya mencapai Rp150 ribu.
"Itu pun kalau ramai, ya, tergantung rezeki sih kalau angkot," jelasnya.
Senada, sopir angkot trayek E-10, Eko Anggoro mengatakan, pendapatannya juga mengalami penurunan.
"Ada penurunan, tapi Alhamdulillah ada tarifnya enggak kayak dulu waktu belum ada tarif dari pemerintah," katanya.
Eko berharap pemerintah bisa menaikan gaji dari para pekerja dan buruh, karena berpengaruh dengan kondisi naiknya bahan bakar BBM bersubsidi.
Potensi pariwisata di Kabupaten Tangerang belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
TODAY TAGOrang tua mana yang tidak hancur hatinya, ketika melihat anaknya tersakiti? Terlebih jika peristiwa menyakitkan itu terjadi di lingkungan sekolah, tempat yang semestinya menjadi ruang aman bagi anak untuk belajar, bertumbuh
Pakons Prime Hotel Tangerang menghadirkan dua paket promosi kamar selama Oktober 2026.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews