Meritokrasi Tanpa Jiwa
Senin, 17 Agustus 2026 | 19:33
Peringatan kemerdekaan republik ini sejatinya memanggil kembali janji emansipasi yang paling mendasar, yakni pembebasan nalar manusia dari segala bentuk perhambaan feodal.
TANGERANGNEWS.com-Banjir dengan perkiraan satu meter masih menggenangi Jalan Raya Cisoka-Jeungjing, Kabupaten Tangerang, Rabu, 7 Oktober 2022 dini hari.
Desi, warga setempat, mengaku kesal lokasi ini menjadi banjir. Sebab menurutnya, lokasi tersebut sejak satu tahun terakhir tidak pernah banjir.
“Dulu enggak pernah banjir kayak begini. Enggak tahu sekarang kok kalau hujan banjirnya sampai parah. Kasihan orang, apalagi yang mau ke arah Jeungjing,” ungkapnya kepada TangerangNews.com.
Banjir semeter ini sudah terjadi sejak Kamis, 6 Oktober 2022 siang. Ia berharap, pemerintah dapat memberikan solusi dalam menangani banjir di lokasi tersebut.
Ujang, pengendara sepeda motor, merasakan dampak atas banjir di lokasi ini. Mesin sepeda motornya mati akibat terkena genangan air.
"Saya enggak tahu kalau banjirnya dalam sampai segini (semeter). Ya sudah pasrah saja kalau sudah gini," kata Ujang.
Jefri, pelaku UMKM di lokasi ini mengatakan, banjir dipicu karena kiriman air dari Adiyasa Tigaraksa.
"Ketinggian semeter kurang lebih, banyak kendaraan yang mati," katanya sambil mengeluh dagangannya sepi pembeli.
Peringatan kemerdekaan republik ini sejatinya memanggil kembali janji emansipasi yang paling mendasar, yakni pembebasan nalar manusia dari segala bentuk perhambaan feodal.
TODAY TAGSebanyak 2.458 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Banten diproyeksikan memasuki masa pensiun hingga 2031. Tenaga pengajar menjadi kelompok yang paling banyak terdampak dalam proyeksi tersebut.
Fenomena pengangguran sarjana menjadi sorotan banyak pihak. Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Tangerang Ujang Hendra Gunawan memberikan pandangan mendalam mengenai akar permasalahan ini.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews