Bukan Cuma Bebersih, Ini Alasan Kamar Mandi Jadi Tempat Rileks Rumah Modern
Selasa, 28 Juli 2026 | 17:08
Di tengah ritme kehidupan urban yang serba cepat, standar kemewahan sebuah hunian telah bergeser secara fundamental.
TANGERANGNEWS.com-Satuan Resort Kriminalitas (Satreskrim) Polres Kota (Polresta) Tangerang membeberkan ciri-ciri mayat pria yang ditemukan di Lapangan Munjul, Desa Munjul, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang, pada Selasa 2 Mei 2023 lalu.
Kasat Reskrim Polresta Tangerang Kompol Arief Nazarudin Yusuf mengatakan hingga saat ini pihaknya belum mengetahui identitas dari korban. Pasalnya, saat ditemukan kondisi tubuh korban sudah tidak utuh.
"Jenis kelamin laki-laki, namun untuk identitas belum diketahui karena saat ditemukan kondisi korban sudah tidak utuh. Ada beberapa bagian tubuh yang sudah menjadi tengkorak," katanya.
Arief menjelaskan, dari hasil identifikasi terdapat beberapa ciri khusus seperti tato pada tubuh korban.
"Ada tato di punggung, di dada dan di lengan kanan. Namun, gambarnya tidak jelas, mungkin karena tubuh korban sudah mulai rusak," jelasnya.
Dari hasil penyelidikan, Arief menyebutkan bahwa pada saat ditemukan, korban diperkirakan sudah meninggal dunia lebih dari satu minggu.
"Tinggi badan lebih kurang 164-173 sentimeter, umur diperkirakan 18-35 tahun," ujarnya.
Untuk itu, Arief mengimbau kepada masyarakat yang merasa kehilangan kerabat dan anggota keluarga dengan ciri-ciri seperti yang sudah disebutkan, dapat segera melaporkan ke pihak berwajib.
"Segera laporkan kepada Polsek setempat atau langsung datang ke Satreskrim Polresta Tangerang," pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, warga Desa Munjul, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang digegerkan dengan penemuan sesosok mayat dalam kondisi dikubur di dalam tanah, pada Selasa 2 Mei 2023, sekira pukul 17.45 WIB.

Di tengah ritme kehidupan urban yang serba cepat, standar kemewahan sebuah hunian telah bergeser secara fundamental.
TODAY TAGPemerintah Provinsi (Pemprov) Banten berencana menetapkan status siaga darurat bencana kekeringan, menyusul banyaknya kebakaran dan kekurangan air bersih akibat fenomena El Nino Godzilla yang melanda wilayah tersebut.
Kasus megakorupsi yang merugikan negara terus terjadi, seolah tidak memiliki solusi yang pas, walaupun telah dibentuk lembaga untuk memberantas kasus korupsi ini, yaitu KPK. Namun kasus korupsi terus berulang dengan nilai yang sangat fantastis.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews