Bus ke Baduy Tarif Rp 1 Berlaku Terbatas, Hanya Akhir Pekan Selama Sebulan
Senin, 27 April 2026 | 07:36
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten meluncurkan program pembayaran berbasis QRIS untuk akses transportasi menuju kawasan wisata Baduy.
TANGERANGNEWS.com-Sebanyak 500 peserta mengikuti pagelaran Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) ke-20 tingkat Provinsi Banten tahun 2023 yang dilaksanakan di Kabupaten Tangerang.
"Kurang lebih 500 peserta ikut dalam MTQ ini. Tentunya kami berharap acara dapat terselenggara dengan baik dan lancar," ucap Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tangerang, Ade Baijuri di Grand Horison Serpong saat pelantikan Dewan Pengawas dan Dewan Hakim, Rabu, 26 Juli 2023.
Ade berpesan agar para peserta dapat mengikuti ajang ini dengan baik dan seksama secara profesional.
"Semoga dengan adanya kegiatan ini masyarakat dapat mengimplementasikan nilai-nilai alquran sesuai dengan visi misi Kabupaten Tangerang yaitu mewujudkan masyarakat yang religius, cerdas dan sejahtera," katanya.
Sebagai informasi, sebanyak 142 Dewan Hakim dan Dewan Pengawas MTQ Tingkat Provinsi Banten Tahun 2023 dilantik.
Pelantikan tersebut dilakukan di Grand Horison Serpong oleh Pj Gubernur Banten, Al Muktabar, Rabu, 26 Juli 2023.
Al Muktabar mengapresiasi Bupati Tangerang sebagai penyelenggara sekaligus tuan rumah dalam pagelaran ini.
"Kami berharap mereka dapat berdedikasi dengan menjalankan tugas pokok dan fungsi dengan seadil-adilnya sesuai dengan tanggung jawabnya," singkatnya.
Diketahui, MTQ ke-20 Banten 2023 digelar selama lima hari, selama 26-30 Juli 2023, di Alun-Alun Tigaraksa, Kabupaten Tangerang.
TODAY TAGPemerintah Provinsi (Pemprov) Banten meluncurkan program pembayaran berbasis QRIS untuk akses transportasi menuju kawasan wisata Baduy.
Dalam rangka menyambut Bulan Autisme Sedunia, VIVERE Hotel, ARTOTEL Curated bekerja sama dengan Matalesoge HospitABLElity Academy menggelar pameran seni bertajuk “You See Me and I Feel You”, yang berlangsung pada 24 April
Sejarah dari seluruh masyarakat yang ada hingga sekarang adalah sejarah perjuangan kelas." Kalimat pembuka Karl Marx dalam Manifesto Komunis (1848) ini sering kali dianggap sebagai peninggalan masa lalu yang tak lagi relevan.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews