Connect With Us

11.880 Kg CO2 Emisi Karbon Berkurang Gegara PLN Electric Run 2023

Fahrul Dwi Putra | Senin, 11 Desember 2023 | 23:00

Ribuan peserta mengikuti PLN Electric Run 2023 digelar di Scientia Square, Gading Serpong, Kabupaten Tangerang, pada Minggu, 10 Desember 2023. (@TangerangNews / Fahrul Dwi Putra )

TANGERANGNEWS.com- Kegiatan lari nasional bertajuk PLN Electric Run 2023 yang digelar di Gading Serpong, Kabupaten Tangerang, pada Minggu, 10 Desember 2023, berhasil mengurangi gas emisi karbon hingga 11.880 kilogram CO2.

Diikuti oleh sebanyak 5 ribu peserta, PLN Electric Run 2023 ini terbagi menjadi tiga kategori yaitu 5K, 10K, dan Half Marathon dengan total hadiah mencapai Rp850 juta.

Titik start PLN Electric Run 2023 berlokasi di Scientia Square, Gading Serpong, dimulai pada pukul 05.00 WIB dengan prosesi flag off dilepas langsung oleh Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo, Wakil Komisaris Utama PLN Suahasil Nazara, serta jajaran Komisaris dan Direksi PLN.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, berlari merupakan salah satu langkah untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dibandingkan menggunakan kendaraan berbasis BBM," ujarnya.

Dia menjelaskan, pengurangan emisi dapat terjadi karena berlari merupakan mobilitas tanpa emisi, dibandingkan menggunakan kendaraan berbasis BBM yang menghasilkan emisi 2,4 kg CO2 per 10 kilometer. 

Artinya, dengan total jarak yang ditempuh 5 ribu pelari ini mampu mengurangi emisi sekitar 11.880 kg CO2.

"Bisa dibayangkan, berapa emisi yang bisa kita hindari jika kita melakukan mobilitas dengan berlari. Kami bersyukur, event ini disambut baik oleh para pecinta olahraga lari," ungkapnya.

Selain itu, kegiatan lari ini juga dibarengi dengan bantuan berupa konversi jarak lari dan penghematan BBM yang dikumpulkan pelari menjadi biaya penyambungan listrik baru bagi masyarakat pra sejahtera.

Darmawan berharap, PLN Electric Run dapat membangun kesadaran masyarakat, khususnya para pelari untuk ikut serta menjaga bumi melalui upaya mengurangi emisi karbon. 

Hal ini guna mewujudkan komitmen PLN untuk menekan emisi karbon demi mencapai target Net Zero Emissions pada 2060 atau bahkan lebih cepat. 

"Ini adalah spirit yang baru, tentu saja ini adalah awal yang baik PLN Electric Run 2023 akan diikuti PLN Electric Run 2024, 2025 dan tentu saja skalanya akan menjadi lebih besar lagi," tukasnya.

Adapun juara 1 kategori Male Nasional Half Marathon dimenangkan oleh Rikki Marthin, juara 1 kategori Female Nasional Half Marathon oleh Odekta Elvina Naibaho.

Lalu, Syamsuddin Massa tampil menjadi juara Male Nasional kategori 10 kilometer, sementara Asnida Aras juara di kategori Female Nasional. 

Sedangkan, untuk kategori 5 kilometer, Immanuel P. Hutasoit keluar sebagai juara Male Nasional dan Novita Andriyani menjadi juara Female Nasional. 

Di akhir acara, para pelari dihibur dengan penampilan musisi papan atas Maliq & D’essentials.

TEKNO
Siklus 4 Tahun Bitcoin Berakhir? Tiga Analisis Teknikal Ini Beri Gambaran

Siklus 4 Tahun Bitcoin Berakhir? Tiga Analisis Teknikal Ini Beri Gambaran

Kamis, 2 Juli 2026 | 13:28

Pergerakan harga Bitcoin kembali menjadi perhatian setelah sejumlah analis menemukan sinyal teknikal yang dinilai cukup menjanjikan.

BANDARA
AirNav Indonesia Perkuat Kualitas Layanan Navigasi dengan Australia Lewat Program ITSAP

AirNav Indonesia Perkuat Kualitas Layanan Navigasi dengan Australia Lewat Program ITSAP

Jumat, 3 Juli 2026 | 18:31

AirNav Indonesia dan Airservices Australia (ASA) resmi menutup rangkaian program Indonesia Transport Safety Assistance Package (ITSAP) di Kantor Pusat AirNav Indonesia, Kota Tangerang.

SPORT
Portugal Singkirkan Kroasia Lewat Gol Menit Akhir Ronaldo Cs, Tantang Spanyol di 16 Besar

Portugal Singkirkan Kroasia Lewat Gol Menit Akhir Ronaldo Cs, Tantang Spanyol di 16 Besar

Jumat, 3 Juli 2026 | 10:47

Portugal memastikan tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 usai mengalahkan Kroasia dengan skor 2-1 pada laga babak 32 besar di Toronto Stadium, Kamis, 3 Juli 2026 WIB.

OPINI
Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Sabtu, 4 Juli 2026 | 22:29

Dalam khazanah sosiologi organisasi, Muhammadiyah sedianya merupakan antitesis bagi tradisi patrimonial. Persyarikatan ini berdiri di atas fondasi otoritas legal-rasional, di mana legitimasi kepemimpinan berakar pada kompetensi dan kaderisasi

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill