Jadi Pemasok ke NTT, Warga Aceh Ditangkap di Tangerang Simpan 42 Ribu Butir Narkoba dan Obat Keras
Senin, 18 Mei 2026 | 21:15
Direktorat Reserse Narkoba Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) menggulung jaringan pengedar psikotropika lintas pulau.
TANGERANGNEWS.com- Polresta Tangerang mengungkapkan adanya kenaikan angka kasus kriminalitas di wilayahnya sebesar 51 persen sepanjang 2023 dibandingkan pada 2022.
Hal itu diungkapkan Kombes Pol Sigit Dany Setiyono dalam konferensi pers pada Selasa, 26 Desember 2023, lalu. Berdasarkan catatan kepolisian, terdapat 979 kasus kriminal yang terjadi selama Januari hingga Desember 2023, sementara 2022 sebanyak 867 kasus.
Sigit merincikan, kasus tersebut meliputi perkara pencabulan, pengoplos gas elpiji, galian tanah, pembunuhan, geng motor, perdagangan manusia, narkotika dan pengganjal ATM.
Meski mengalami peningkatan, Sigit menyebut kasus yang berhasil terselesaikan juga meningkat. Misalnya saja, sepanjang 2023 Polresta Tangerang telah menangani 211 kasus dengan 208 perkaranya berhasil terselesaikan dan 248 tersangka diamankan.
"Di 2022 sebanyak 198 kasus, sekarang meningkat jadi 211 kasus," ujar Sigit.
Untuk itu, Sigit mengimbau agar masyarakat memberikan laporan maupun informasi apabila mendapati tindakan kriminal. "Agar nanti bisa kami jadi perhatian untuk ditindaklanjuti," katanya.
Direktorat Reserse Narkoba Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) menggulung jaringan pengedar psikotropika lintas pulau.
TODAY TAGPolresta Tangerang merespons teror pocong di sejumlah wilayah yang viral di media sosial. Salah satunya di wilayah Rajeg, Kabupaten Tangerang.
Kasus hantavirus kembali menjadi sorotan setelah muncul laporan infeksi virus langka tersebut di kapal pesiar MV Hondius yang dikabarkan menyebabkan korban meninggal dunia.
Pertumbuhan investasi sektor digital di Kota Tangerang Selatan terus meningkat seiring berkembangnya pembangunan pusat data atau data center di sejumlah kawasan.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews