Menakar Tuan Baru Mesin Birokrasi
Jumat, 18 September 2026 | 20:40
Pergantian pimpinan di kementerian keuangan selalu menjadi diskursus publik yang sangat didominasi oleh analisis terkait stabilitas ekonomi makro dan fluktuasi pasar modal.
TANGERANGNEWS.com- Dewan Hakim MTQ Ke-54 Tingkat Kabupaten Tangerang diminta untuk memberikan penilaian secara profesional dan berkualitas selama berlangsungnya salah satu acara terbesar di Kabupaten Tangerang tersebut.
Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang Moch. Maesyal Rasyid dalam Bimbingan Teknis dan Orientasi Dewan Hakim MTQ Ke-54 Tingkat Kabupaten Tangerang dengan tema "Melalui Orientasi Tingkatkan Profesionalisme Penilaian Upaya Terwujudnya Qori/Qoriah yang Berkualitas".
Dikatakan Moch. Maesyal, MTQ bukan hanya sekadar kegiatan rutin melainkan bertujuan untuk mewujudkan masyarakat religius dan berakhlakul karimah, sehingga para Dewan Hakim harus dapat bertanggung jawab atas penilaian yang diberikan.
"Saat ini penilaian MTQ sudah melalui sistem penilaian yaitu e-penilaian. Jadi sudah menggunakan sistem langsung by sistem," ungkapnya di Gedung Serba Guna (GSG) Tigaraksa, Kamis, 5 Januari 2024, lalu.
Di hadapan 149 orang Dewan Hakim dan 21 orang dari LPTQ Kabupaten Tangerang, Moch Maesyal berharap dapat menyamakan persepsi dan metode penilaian MTQ sehingga penilaian dan penentuan juara qari-qariah dan hafiz-hafizah berjalan obyektif dan berkualitas.
"Semoga kegiatan MTQ ke-54 tingkat kabupaten tangerang bisa berjalan dengan lancar dan sukses serta di sambut baik oleh masyarakat Kabupaten Tangerang, khususnya wilayah Kecamatan Solear," tutupnya.
Pergantian pimpinan di kementerian keuangan selalu menjadi diskursus publik yang sangat didominasi oleh analisis terkait stabilitas ekonomi makro dan fluktuasi pasar modal.
TODAY TAGUlama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
Jajaran Polsek Benda, Polres Metro Tangerang Kota mengamankan dua orang terduga pelaku peredaran obat keras ilegal dalam Operasi Nila.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews