Connect With Us

Bentrokan dengan Debt Collector di Gading Serpong Tangerang Berawal Warga Diancam Parang

Rangga Agung Zuliansyah | Jumat, 26 Januari 2024 | 15:40

Bentrokan diduga antara kelompok warga dan mata elang (mantel) di kawasan Ruko Arcadia Grade, Jalan Boulevard Raya Gading Serpong, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Kamis 25 Januari 2024. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah )

TANGERANGNEWS.com-Bentrokan dua kelompok massa di Gading Serpong, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, berawal dari debt collector yang menancam warga dengan parang.

Hal itu dikatakan Aris, Ketua RW 02, Kampung Cibogo Wetan, Kelurahan Kelapa Dua, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Jumat 26 Januari 2024.

Menurutnya, masalah ini berawal dari warga Cibogo yang mengadukan ke RT/RW terkait penarikan motor secara paksa oleh debt collector.

Kemudian, Aris bersama Ketua RT 05 berniat untuk memediasi masalah penarikan motor terebut antara warga dengan pihak debt collector di kantornya yang berlokasi di Ruko Gadung Serpong.

"Padahal awalnya mau mediasi, ngobrol baik-baik dan tidak mau ada keributan. Biar ada jalan tengah," terangnya.

Namun dalam proses mediasi tersebut, pihak debt collector kalah adu argumen. Tidak lama kemudian salah satu pelaku masuk ke dalam kantor dan keluar dengan membawa parang.

"Dia langsung mengacungkan parang ke kita, otomatis kita pada bubar. Saya ajak warga saya buat mundur, karena takut ada korban jiwa," jelas Aris.

Atas tindakan tersebut, ternyata warga tidak terima dan langsung membawa massa mendatangi kantor debt collector hingga terjadi bentrokan.

"Saat kejadian keributan ada warga saya kena batu sama senjata tajam. RT juga diinjak-injak sama debt collector. Dari situ timbul kerusuhan massa. Korban dari pihak warga ada tiga orang," tambah Aris.

Setelah bentrokan itu, polisi datang ke lokasi dan mengamakan pihak debt collector. Namun saat proses mediasi di Polsek Kelapa Dua, kasus ini berjalan dengan damai dan tidak ada proses hukum kelanjutan.

"Tetapi warga meminta ke pihak polisi, agar ada tiadakan kantor debt collector di lokasi tersebut, karena meresahkan warga sekitar," papar Aries.

Sementara itu, pada Kamis 25 Januari 2024 malam, pihak Polres Tangerang Selatan mengangkut puluhan motor hasil penarikan debt collector, pasca bentrokan terjadi. 

Berdasarkan informasi, ada sekitar 7 truk yang mengangkut puluhan motor di kantor debt collector Gading Serpong.

Sedangkan situasi di lokasi bentrokan, masih terlihat dijaga ketat oleh aparat kepolisian. Selain itu, terlihat serpihan kaca bertebaran di jalan akibat pertikaian.

Kapolres Tangsel AKBP Ibnu Agus Santoso saat dikonfirmasi terkat bentrokan itu mengaku masih mencari bukti-bukti akurat dari kedua belah pihak. "Kita masih kumpulkan bukti," singkatnya.

TOKOH
KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

Senin, 7 September 2026 | 15:29

‎Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.

KAB. TANGERANG
Eks Kasatpol PP Tangerang Mangkir Pemeriksaan Polisi, Kuasa Hukum Minta Penjadwalan Ulang

Eks Kasatpol PP Tangerang Mangkir Pemeriksaan Polisi, Kuasa Hukum Minta Penjadwalan Ulang

Kamis, 8 Oktober 2026 | 20:46

Eks Kasatpol PP Kabupaten Tangerang, Ana Supriyatna meminta penjadwalan ulang pemeriksaan yang dilakukan oleh Polda Banten atas dugaan kasus pelecehan seksual

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

PROPERTI
Hadapi Tantangan Backlog Perumahan, LippoLand Kembangkan Hunian Rp100 Jutaan

Hadapi Tantangan Backlog Perumahan, LippoLand Kembangkan Hunian Rp100 Jutaan

Jumat, 2 Oktober 2026 | 17:18

Memasuki usianya yang ke-39 di industri properti Tanah Air, LippoLand terus memperluas perannya dari pengembang kawasan menjadi property enabler.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill