Connect With Us

Sempat Hilang di Kolong Jembatan Gading Serpong, Pria Ditemukan Tewas Mengambang di Sungai Cisadane

Yanto | Senin, 19 Februari 2024 | 21:44

Pria yang hilang di kolong jembatan Gading Serpong ditemukan hanyut di Sungai Cisadane, Kabupaten Tangerang, Senin 19 Februari 2024. (@TangerangNews / Yanto)

TANGERANGNEWS.com-Pria berinisial AK, 32, yang sepat hilang di kolong jembatan Gading Serpong, Kabupaten Tangerang, ditemukan di Sungai Cisadane dalam keadaan tak bernyawa, Senin 19 Februari 2024.

Menurut keterangan warga setempat, Sulastri, korban ditemukan dalam keadaan mengambang di sungai, pada pukul 16.14 WIB.

"Saat ditemukan sudah gemuk terus warnanya agak menghitam," katanya.

Atas penemuan jenazah korban itu, ia meminta pertolongan warga untuk melakukan evakuasi. Tidak lama kemudian petugas BPBD datang ke lokasi untuk mengecek kebenarannya.

Ternyata benar, korban merupakan pria yang dilaporkan hilang oleh ayahnya, pada Minggu 18 Februari 2023, kemarin.

"Kata sopir ambulans, ini yang hanyut kemarin di Gading Serpong," ujar Sulastri.

Mayat tersebut langsung dibawa ke RSUD kabupaten Tangerang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

BANDARA
AirNav Indonesia Perkuat Kualitas Layanan Navigasi dengan Australia Lewat Program ITSAP

AirNav Indonesia Perkuat Kualitas Layanan Navigasi dengan Australia Lewat Program ITSAP

Jumat, 3 Juli 2026 | 18:31

AirNav Indonesia dan Airservices Australia (ASA) resmi menutup rangkaian program Indonesia Transport Safety Assistance Package (ITSAP) di Kantor Pusat AirNav Indonesia, Kota Tangerang.

HIBURAN
3 Festival Ini Digelar di Kota Tangerang Sepanjang Juli 2026

3 Festival Ini Digelar di Kota Tangerang Sepanjang Juli 2026

Jumat, 3 Juli 2026 | 16:36

Bulan Juli 2026, Kota Tangerang akan diramaikan dengan tiga event akbar yakni Festival Cisadane, Festival Kali Sabi, dan Halal Fest 2.

OPINI
Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Sabtu, 4 Juli 2026 | 22:29

Dalam khazanah sosiologi organisasi, Muhammadiyah sedianya merupakan antitesis bagi tradisi patrimonial. Persyarikatan ini berdiri di atas fondasi otoritas legal-rasional, di mana legitimasi kepemimpinan berakar pada kompetensi dan kaderisasi

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill