Dinkes Kota Tangerang Temukan 5 Kasus Kesehatan Paling Banyak pada Anak Sekolah
Jumat, 4 September 2026 | 13:08
Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus memperluas pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi anak usia sekolah.
TANGERANGNEWS.com- Banjir akibat hujan lebat yang mengguyur pada Sabtu, 6 Januari 2024, menelan korban.
Berdasarkan laporan, tiga bocah hanyut terbawa arus banjir di kawasan perumahan Puri Kartika, Kelurahan Tajur, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang.
Menurut penuturan saksi di lokasi, ketiga bocah tersebut tengah bermain banjir. Nahas, arus banjir menyeret ketiganya.
"Sudah dibilangin jangan pada main di situ (TKP), soalnya arus lagi deras, terus juga ini banjir, air rawa jadi dalam," kata Hamidah, warga sekitar dikutip dari BeritaSatu.com.
Dia menuturkan, warga memang sempat memperingati ketiga bocah tersebut agar tidak bermain di rawa yang tak jauh dari perumahan Puri Kartika lantaran kondisi permukaan air tengah tinggi serta arus cukup deras akibat luapan kali Angke. Namun, ketiganya tidak mengindahkan.
Sekira pukul 13.40 WIB, ketiga bocah yang masih duduk bangku sekolah dasar itu terseret arus banjir. Beruntung, salah satu diantaranya berhasil diselamatkan warga.
"Itu bocah yang ditemuin selamat udah gelagapan keliatan kepala doang, terus sama warga langsung ambil perahu menyelamatkan korban," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Tangerang Gufron Falfeli mengatakan, pihaknya telah menerjunkan petugas ke lokasi kejadian untuk mencari korban tersisa.
"Pasukan BPBD sudah di lokasi untuk proses pencarian dua anak yang diduga hilang tenggelam terbawa arus," tukasnya.
TODAY TAGPemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus memperluas pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi anak usia sekolah.
ARYADUTA Lippo Village memasuki usia ke-32 tahun pada September 2026. Selama lebih dari tiga dekade, hotel bintang empat yang berada di kawasan Lippo Village, Tangerang,
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews