Darurat Kemarau Ekstrem, Ada 11 Titik Kebakaran di Kabupaten Tangerang dalam Sehari
Kamis, 23 Juli 2026 | 19:35
Dampak musim kemarau ekstrem mulai memicu rentetan bencana kebarakan di wilayah Kabupaten Tangerang.
TANGERANGNEWS.com- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tangerang membuka pendaftaran Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) di 29 Kecamatan se-Kabupaten Tangerang untuk Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) 2024.
Ketua KPU Kabupaten Tangerang, Muhamad Umar, menyampaikan pendaftaran calon PPK dan PPS dimulai dari 23 April sampai dengan 29 April 2024.
"Yang mana, secara tahapan memang untuk kegiatan Pilkada serentak ini sudah dimulai dari sejak Januari 2024," jelasnya, Rabu, 24 April 2024.
Umar menambahkan, tahapan pendaftaran untuk badan ad hoc, yaitu PPK, telah diatur dalam keputusan 475 dan 476 tahun 2024 dari KPU RI.
"Selanjutnya mungkin kita akan melakukan tahapan verifikasi administrasi, yang mana nanti verifikasi administrasi ini kita akan menyiapkan tim dari divisi SDM," ungkapnya.
Sementara itu, Komisioner KPU Kabupaten Tangerang Divisi SDM dan Sosialisasi Badri Tamam membeberkan, kebutuhan PPK di 29 Kecamatan di Kabupaten Tangerang ialah sekitar 145 orang, dengan rincian 5 orang per kecamatan. Sedangkan jumlah PPS berjumlah 822 orang.
"Jadi PPK yang sebelumnya menjabat sebagai PPK Pemilu 2024 ini bisa lagi mendaftarkan dirinya sebagai PPK untuk Pilkada serentak tahun 2024 tanpa terkecuali," tambahnya.
Adapun rekrutmen PPK dan PPS akan dilakukan secara terbuka dan melalui mekanisme filterisasi dari administrasi kemudian CAT, mengacu kepada keputusan 476 tahun 2024 Tentang Metode Pembentukan Panitia Pemilihan Kecamatan dan Panitia Pemungutan Suara.
Dampak musim kemarau ekstrem mulai memicu rentetan bencana kebarakan di wilayah Kabupaten Tangerang.
TODAY TAGProyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) semakin menarik perhatian investor dari dalam maupun luar negeri.
Bangku-bangku kosong di ruang kelas sekolah negeri kini bukan lagi pemandangan yang hanya ditemukan di daerah terpencil. Fenomena tersebut mulai terjadi di berbagai wilayah Indonesia, termasuk kota-kota yang selama ini dikenal memiliki akses
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews