Connect With Us

Apa Itu Bedah Laparoskopi? Bisa Jadi Solusi Atasi GERD

Fahrul Dwi Putra | Jumat, 20 September 2024 | 11:52

Ilustrasi bedah laparoskopi untuk pasien GERD (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com- Salah satu kondisi yang kerap dikeluhkan karena mengganggu aktivitas banyak orang ialah penyakit asam lambung atau dikenal dengan GERD. 

Penyakit dengan nama Gastroesophageal Reflux Disease ini memiliki gejala umum meliputi sensasi terbakar di dada (heartburn), asam lambung yang naik ke tenggorokan, kesulitan menelan, batuk kronis, dan suara serak. 

Kondisi dapat diatasi dengan bantuan obat-obatan, namun tidak semua pasien mengalami penyembuhan yang memuaskan. 

Bagi pasien yang sulit diobati dengan terapi medis, Bethsaida Hospital Gading Serpong menawarkan solusi modern berupa bedah laparoskopi.

Bedah laparoskopi ini akan dilakukan oleh tenaga medis ahli, misalnya spesialis bedah digestif, dr. Eko Priatno, Sp.B-KBD.

Kapan Bedah Laparoskopi Diperlukan untuk GERD?

Bedah laparoskopi sering dianjurkan untuk pasien GERD dalam beberapa kondisi, di antaranya.

1. Gejala GERD yang Parah dan Kronis

Ketika gejala sudah sangat mengganggu dan obat-obatan tidak memberikan hasil yang memuaskan.

2. Komplikasi GERD

Kondisi seperti esofagitis (peradangan pada esofagus), penyempitan esofagus, atau Barrett’s esophagus, yang berpotensi berkembang menjadi kanker esofagus.

3. Ketergantungan pada Obat

Pasien yang terus menerus harus menggunakan antasida atau PPI (proton pump inhibitors) tanpa perbaikan yang berarti.

4. Efek Samping Pengobatan

Ketika obat jangka panjang menyebabkan efek samping yang memengaruhi kualitas hidup.

Keunggulan Bedah Laparoskopi untuk GERD

Bedah laparoskopi merupakan prosedur minimal invasif yang hanya memerlukan beberapa sayatan kecil untuk memasukkan kamera dan alat bedah khusus. 

Prosedur ini memiliki berbagai keunggulan dibandingkan dengan operasi konvensional, seperti pemulihan yang lebih cepat, risiko infeksi lebih rendah, dan rasa nyeri pasca operasi yang minimal.

Menurut dr. Eko Priatno, Sp.B-KBD, bedah laparoskopi untuk GERD dapat menjadi pilihan yang sangat efektif bagi pasien yang tidak merespon dengan baik terhadap obat-obatan. 

"Kami dapat memperbaiki katup antara lambung dan esofagus yang menjadi penyebab utama refluks asam. Pasien biasanya dapat kembali beraktivitas normal dalam waktu yang lebih singkat dibandingkan dengan operasi konvensional," jelas dr. Eko dalam keterangannya, Jumat, 20 September 2024

Oleh karena itu, pasien yang mengalami GERD dapat mengunjungi fasilitas kesehatan untuk melakukan bedah laparoskopi. Salah satunya kalah Bethsaida Hospital Gading Serpong yang dikenal karena pelayanan kesehatan yang berkualitas tinggi, menggunakan teknologi mutakhir dengan fokus pada kenyamanan pasien. 

Melalui bedah laparoskopi sebagai solusi untuk GERD, Bethsaida Hospital terus berkomitmen memberikan perawatan terbaik.

Direktur Bethsaida Hospital dr. Pitono menambahkan, pasien dapat mempercayakan penanganan bedah laparoskopi di Bethsaida Hospital karena ditunjang dengan fasilitas lengkap nan canggih serta tenaga medis mumpuni.

"Bedah laparoskopi sangat dikuasai dr. Eko Priatno, sebagai bagian dari tim kami. Kemampuannya dalam melakukan bedah laparoskopi untuk GERD merupakan salah satu bentuk pelayanan unggulan yang kami tawarkan kepada masyarakat,"tegasnya.

Sembuh dari GERD dengan Perawatan Minimal Invasif

Bagi pasien yang mengalami GERD dan tidak kunjung membaik dengan pengobatan biasa, bedah laparoskopi dapat menjadi solusi yang tepat. 

Prosedur ini bukan hanya efektif, tetapi juga memungkinkan pasien untuk segera kembali menjalani aktivitas harian tanpa terganggu oleh gejala asam lambung yang menyiksa.

OPINI
Indonesia Surga Mafia Judol Internasional?

Indonesia Surga Mafia Judol Internasional?

Minggu, 17 Mei 2026 | 15:42

Pada 9 Mei 2026 Bareskrim Polri menahan 320 WNA pelaku sindikat judi online di gedung perkantoran Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Barat. Setiap tahun selalu ada penangkapan sindikat Judol.

MANCANEGARA
Geger Virus Baru Hantavirus, Gejalanya Mirip Flu tapi Bisa Berujung Fatal

Geger Virus Baru Hantavirus, Gejalanya Mirip Flu tapi Bisa Berujung Fatal

Senin, 11 Mei 2026 | 08:11

Kasus hantavirus kembali menjadi sorotan setelah muncul laporan infeksi virus langka tersebut di kapal pesiar MV Hondius yang dikabarkan menyebabkan korban meninggal dunia.

TOKOH
Dari Bengkel Kecil di Karawaci, Pengusaha Sepatu Ini Kini Produksi Ribuan Pasang untuk Puluhan Brand Lokal

Dari Bengkel Kecil di Karawaci, Pengusaha Sepatu Ini Kini Produksi Ribuan Pasang untuk Puluhan Brand Lokal

Selasa, 12 Mei 2026 | 14:56

Sektor fesyen dan alas kaki merupakan salah satu industri kreatif yang masih potensial. Salah satunya digeluti Agus Eliawan atau yang lebih dikenal dengan sapaan Mas Gokil.

BISNIS
Warga Banten Makin Jarang Pakai Uang Tunai, Transaksi QRIS Tembus Rp34 Triliun

Warga Banten Makin Jarang Pakai Uang Tunai, Transaksi QRIS Tembus Rp34 Triliun

Kamis, 14 Mei 2026 | 14:20

Penggunaan pembayaran digital di Provinsi Banten terus melonjak sepanjang awal 2026. Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten mencatat nilai transaksi menggunakan QRIS mencapai lebih dari Rp34 triliun.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill