Connect With Us

Wuih, Bethsaida Hospital Tawarkan Penanganan Kanker Rektum Tanpa Kehilangan Anus

Fahrul Dwi Putra | Kamis, 14 November 2024 | 14:08

Ilustrasi operasi penanganan kanker rektum. (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com- Kanker rektum menjadi momok bagi banyak orang karena bersarang di saluran pencernaan bagian bawah yang berpotensi memengaruhi fungsi vital seperti kontrol buang air besar. 

Salah satu kekhawatiran terbesar bagi penderita adalah kemungkinan kehilangan fungsi anus akibat operasi. Namun, Bethsaida Hospital Gading Serpong menawarkan metode penanganan kanker rektum kini dapat dilakukan tanpa harus mengorbankan anus pasien. 

Hal ini berkat teknik bedah canggih yang diterapkan oleh Dokter Spesialis Bedah Digestif Bethsaida Hospital Gading Serpong dr. Eko Priatno, Sp.B-KBD.

Gejala dan Penyebab Kanker Rektum

Kanker rektum dapat menimbulkan gejala yang bervariasi, mulai dari perubahan pola buang air besar, adanya darah pada tinja, rasa nyeri di perut bagian bawah, hingga penurunan berat badan tanpa alasan yang jelas. 

Penyebab pasti kanker ini belum sepenuhnya dipahami, namun faktor risiko seperti riwayat keluarga, pola makan rendah serat dan tinggi lemak, obesitas, kurangnya aktivitas fisik, serta kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol, diyakini turut berperan dalam meningkatkan risiko terkena kanker rektum.

Dalam upaya meningkatkan hasil pengobatan, Bethsaida Hospital menggunakan teknologi imaging modern seperti MRI dan Endorectal Ultrasound. 

Teknik ini memungkinkan dokter memetakan secara tepat lokasi dan penyebaran tumor, serta menentukan seberapa jauh tumor mempengaruhi otot di dasar panggul dan otot sfingter ani. 

"Ini memberi kami peluang untuk mempertahankan fungsi anus pada pasien dengan cara yang sebelumnya sulit dilakukan. Melalui teknik seperti Intersphincteric Resection, kami bisa mengangkat bagian rektum yang terkena kanker tanpa mengorbankan fungsi anus pasien," jelas dr. Eko.

Metode Intersphincteric Resection adalah teknik bedah yang memungkinkan pengangkatan tumor di rektum tanpa harus membuang seluruh bagian anus. Dalam prosedur ini, dokter akan memotong bagian rektum yang terkena kanker dengan sangat hati-hati, sambil tetap mempertahankan otot sfingter ani. 

Hasilnya, pasien masih bisa mengontrol fungsi buang air besar seperti biasa setelah operasi. Teknik ini tidak hanya memaksimalkan peluang kesembuhan, tetapi juga menjaga kualitas hidup pasien pascaoperasi.

Sebagai rumah sakit yang berdedikasi dalam layanan kesehatan saluran pencernaan, Bethsaida Hospital Gading Serpong menghadirkan Klinik Digestif yang dilengkapi dengan fasilitas medis berteknologi tinggi. Rumah sakit ini menjadi pusat rujukan untuk diagnosis dan pengobatan berbagai penyakit pencernaan, termasuk kanker rektum.

Dengan tim dokter spesialis berpengalaman dan dukungan teknologi imaging modern, Bethsaida Hospital berkomitmen memberikan perawatan terbaik yang menyeluruh dan komprehensif.

Direktur Bethsaida Hospital dr. Pitono menambahkan, pihaknya tidak hanya fokus pada penyembuhan pasien, tetapi juga memperhatikan kualitas hidup mereka setelah perawatan.

"Kami tidak hanya menekankan pada kesembuhan pasien, tetapi juga pada kualitas hidup mereka setelah pengobatan," katanya.

OPINI
Perayaan Imlek di Masjid Istiqlal, Sinkretisme Agama yang Dilarang Islam

Perayaan Imlek di Masjid Istiqlal, Sinkretisme Agama yang Dilarang Islam

Senin, 26 Januari 2026 | 18:51

Suatu ketika kafir Quraish menawarkan kepada Rasulullah Muhammad saw agar Rasulillah Muhammad saw berkenan untuk menyembah sesembahan mereka sehingga merekapun berkenan menyembah Allah Swt, secara bergantian.

AYO! TANGERANG CERDAS
Pendaftaran TKA SD dan SMP 2026 Dibuka 19 Januari, Ini Jadwal Lengkapnya

Pendaftaran TKA SD dan SMP 2026 Dibuka 19 Januari, Ini Jadwal Lengkapnya

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:36

Pendaftaran Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang SD dan SMP dijadwalkan mulai dibuka pada Senin 19 Januari 2026.

WISATA
Habiskan Rp2,3 Miliar, Apa Saja Isi Tugu Titik Nol Tangerang?

Habiskan Rp2,3 Miliar, Apa Saja Isi Tugu Titik Nol Tangerang?

Selasa, 20 Januari 2026 | 19:51

Tugu titik nol Kabupaten Tangerang yang sempat menjadi kontroversi lantaran memakan anggaran sebesar Rp2,3 miliar kini sudah mulai beroperasi dan dipergunakan sebagai taman literasi digital untuk masyarakat.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill