Connect With Us

Gegara Faktor Cuaca, Harga Cabai di Pasar Tigaraksa Naik

Fahrul Dwi Putra | Jumat, 10 Januari 2025 | 14:55

Ilustrasi Cabai. (Istimewa / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com- Harga cabai di Pasar Tigaraksa, Kabupaten Tangerang mengalami kenaikan imbas cuaca beberapa waktu terakhir yang kurang bersahabat. 

Terkait hal ini, Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten Tangerang Iskandar Nordat menjelaskan, pihaknya melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Tangerang melakukan inspeksi mendadak pada Kamis, 9 Januari 2025.

"Ini adalah salah satu upaya kami dalam mengendalikan inflasi serta memberikan rasa aman kepada masyarakat mengenai ketersediaan bahan pokok serta memastikan harga agar tetap terkendali," ujarnya.

Hasilnya, Iskandar mengungkapkan harga cabai merah keriting melonjak hingga Rp120 ribu per kilogram. Kenaikan harga ini dipicu oleh faktor cuaca yang tidak mendukung produksi dan distribusi cabai. 

"Tetapi nantinya akan kita lakukan intervensi harga melalui operasi pasar komoditas cabai," tegasnya.

Selain cabai, TPID juga memantau harga bahan pokok lainnya seperti daging, ikan, bawang, beras, telur, dan minyak goreng. Meski sebagian besar harga komoditas tersebut masih dalam kondisi stabil.

Tak hanya itu, ketersediaan bahan pokok di Pasar Tigaraksa saat ini juga masih terbilang aman dan terkendali. 

Untuk itu, Iskandar mengimbau masyarakat agar tidak panik dan tetap bijak dalam berbelanja. Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan pembelian dalam jumlah berlebihan agar ketersediaan bahan pokok tetap terjaga.  

TEKNO
Cek Loker hingga Harga Bahan Pokok Kini Bisa Lewat Aplikasi Tangsel One

Cek Loker hingga Harga Bahan Pokok Kini Bisa Lewat Aplikasi Tangsel One

Senin, 5 Oktober 2026 | 18:54

Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) terus melengkapi aplikasi Tangsel One dengan berbagai layanan.

OPINI
Membaca Gibran, Rocky Gerung, dan Riuh Netizen

Membaca Gibran, Rocky Gerung, dan Riuh Netizen

Rabu, 7 Oktober 2026 | 20:25

Bagi sebagian besar orang, dunia akademik dan politik adalah dua kutub yang berbeda. Yang satu adalah menara gading tempat para pemikir memburu kebenaran, sementara yang lain adalah arena berlumpur tempat kekuasaan diperebutkan.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill