Connect With Us

Sudah Bongkar 17 Km, TNI AL Sebut Pagar Laut di Mauk dan Kronjo Lebih Sulit Dicabut

Yanto | Sabtu, 25 Januari 2025 | 18:21

Danlantamal III Jakarta Brigjen TNI (Mar) Harry Indarto saat meninjau pencabutan pagar laut di kawasan Pantai Utara, Kabupaten Tangerang, Minggu 25 Januari 2025. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Proses pencabutan pagar laut di pesisir Utara Kabupaten Tangerang terus berlanjut meski menghadapi berbagai kendala di lapangan.

Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Danlantamal) III Jakarta Brigjen TNI (Mar) Harry Indarto mengatakan progres pencabutan pagar di hari ke lima sudah mencapai 17 km dari total 30 Km pagar yang ada.

“Kemarin sepanjang 11 kilometer pagar laut telah berhasil dicabut. Dan sekarang sudah 6 kilometer, sisa 13 kilometer lagi. Tetapi banyak kendala di lapangan, seperti cuaca dan kondisi geografis, memengaruhi kelancaran proses ini,” ujarnya, Sabtu 25 Januari 2025.

Menurutnya, cuaca menjadi tantangan utama yang cukup signifikan, membuat para prajurit ekstra hati-hati.

“Hari ini, misalnya, cuaca kurang mendukung sejak pukul 11.00 WIB. Kedalaman laut di beberapa titik hanya mencapai kurang dari 1 meter, sehingga kapal-kapal yang seharusnya mendekat tidak bisa beroperasi secara optimal,” jelasnya.

Selain itu, area seperti Kecamatan Mauk dan Kronjo menghadirkan tantangan lain, yakni keberadaan bambu yang lebih besar dan tertanam lebih dalam, sehingga menyulitkan proses pencabutan.

Meski begitu, tim tetap berusaha memaksimalkan waktu dan sumber daya yang ada. 

“Ketika situasi di satu titik tidak memungkinkan, kami langsung beralih ke spot lain yang lebih memungkinkan untuk dikerjakan,” tambah Harry. 

Ia juga menyampaikan unsur-unsur kemaritiman yang terlibat, termasuk TNI AL, tetap konsisten dengan jumlah personel di lapangan mencapai sekitar 450 orang.

Namun, ia mencatat keterlibatan masyarakat sedikit berkurang karena situasi hari libur.

“Sebagian kapal nelayan yang biasanya kami manfaatkan untuk mendukung operasi ini sekarang digunakan wisatawan untuk kegiatan memancing atau menyeberang ke pulau-pulau,” katanya.

Terkait bambu yang dicabut, Harry menjelaskan sampel barang bukti sudah diambil oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

“Sebagian masyarakat juga meminta langsung hasil bambu tersebut, tetapi prinsipnya, selama barang bukti sudah mewakili itu cukup untuk dokumentasi,” jelasnya.

Harry menutup keterangannya dengan harapan agar pencabutan pagar laut dapat diselesaikan sesuai target, meski ada banyak faktor yang harus dipertimbangkan.

“Kami tetap optimistis, walaupun cuaca dan kondisi teknis menjadi kendala utama,” ujarnya.

TOKOH
KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

Senin, 7 September 2026 | 15:29

‎Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.

TEKNO
Fundamental dan Teknikal Solana di Akhir Tahun 2026

Fundamental dan Teknikal Solana di Akhir Tahun 2026

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:16

Solana memasuki akhir 2026 dengan sejumlah katalis yang dapat menentukan arah harga SOL. Pertumbuhan ekosistem, aktivitas jaringan, pengembangan aplikasi terdesentralisasi, serta kondisi pasar kripto menjadi faktor fundamental yang perlu

HIBURAN
Khusus Oktober, Pakons Prime Hadirkan Promo Kamar Plus Tiket CGV Mulai Rp550 Ribu

Khusus Oktober, Pakons Prime Hadirkan Promo Kamar Plus Tiket CGV Mulai Rp550 Ribu

Jumat, 16 Oktober 2026 | 07:48

Pakons Prime Hotel Tangerang menghadirkan dua paket promosi kamar selama Oktober 2026.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill