Connect With Us

Ratusan Korban Banjir di Jayanti Dievakuasi, Petugas Kewalahan Kekurangan Perahu Karet

Muhamad Yusri Hidayat | Jumat, 23 Januari 2026 | 17:36

Warga mengevakuasi korban banjir di Perumahan Taman Cikande dengan perahu karet, Jumat 23 Januari 2026. (@TangerangNews / Muhamad Yusri Hidayat)

‎TANGERANGNEWS.com-Ratusan warga di Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, dievakuasi akibat banjir pada Jumat 23 Januari 2026.

‎Berdasarkan pantauan Tangerangnews di salah satu lokasi banjir di Perumahan Taman Cikande, Desa Cikande, ratusan rumah warga terendam banjir dengan ketinggian berkisar 30 sentimeter hingga 4 meter.

‎Ketinggian air yang paling dalam berada di RT 04/03, Genangan banjir sudah sejajar dengan atap rumah warga yang terdampak. 

‎Satu perahu karet dan dua perahu buatan warga dikerahkan untuk membantu mobilitas warga di area terdampak.

‎Terlihat petugas gabungan sedang mengevakuasi warga dan barang-barangnya, sejumlah warga yang sedang sakit turut dibawa petugas gabungan dengan menggunakan mobil ambulance. 

‎Camat Jayanti, Yandri Permana mengatakan sebanyak empat desa yang ada di wilayahnya terendam banjir. ‎"Berdasarkan data yang dihimpun rekan-rekan di lapangan, dari 4 desa total ada 1.054 keluarga atau 2.884 jiwa yang terdampak," kata Yandri. 

‎Yandri menjelaskan, ada lebih dari 500 jiwa yang terdampak dengan ketinggian banjir lebih dari satu meter telah dievakuasi. 

‎"Tadi juga, ada orang yang sakit, anak difabel, orang tua sakit stroke, serta 10 balita telah dievakuasi," jelasnya.

‎Ia menyampaikan, petugas gabungan mengalami kewalahan untuk mengevakuasi warga yang terdampak, pasalnya perahu karet yang ada di lokasi banjir hanya sedikit. 

‎"Kekurangan perahu karet karena memang banjir ini sedang terjadi di beberapa kecamatan, sehingga tim BPBD dan PMI menjadi terhambat. Jadi perahu yang disiagakan cikande ini hanya satu untuk mengevakuasi  sejumlah warga," ujarnya.

‎Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang Achmad Taufik mengaku, pihaknya kekurangan peralatan penanggulangan bencana seperti perahu karet untuk mengevakuasi korban dan pompa air guna meminimalisir dampak banjir.

‎"Penanganan musim bencana banjir ini memang sangat kurang sarana-prasarana kita. Misalnya perahu karet sangat kurang," ujar Taufik.

PROPERTI
Program Video Competition Sinar Mas Land Diganjar Penghargaan Perhumas PR Excellence Awards 2026

Program Video Competition Sinar Mas Land Diganjar Penghargaan Perhumas PR Excellence Awards 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 22:48

Sinar Mas Land kembali mengukuhkan prestasinya di bidang komunikasi korporasi dengan meraih Juara II Perhumas PR Excellence Awards 2026 untuk kategori Teknologi & Digital PR.

AYO! TANGERANG CERDAS
Kampus Baru BINUS ASO di BSD, Mahasiswa Kembangkan Robot AI dan Tangan Prostetik

Kampus Baru BINUS ASO di BSD, Mahasiswa Kembangkan Robot AI dan Tangan Prostetik

Senin, 19 Oktober 2026 | 18:28

BINUS ASO School of Engineering resmi membuka kampus baru di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) D-HUB BSD, Kabupaten Tangerang.

KOTA TANGERANG
Kebut Pengerjaan, Menteri PUPR Targetkan Normalisasi Kali Angke Tangerang Rampung Desember 2026

Kebut Pengerjaan, Menteri PUPR Targetkan Normalisasi Kali Angke Tangerang Rampung Desember 2026

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:32

TANGERANGNEWS.com-Upaya penanganan banjir di Kota Tangerang dan wilayah sekitarnya terus dikebut melalui proyek percepatan normalisasi Kali Angke.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill