Connect With Us

Tangerang Macet Terus, Dishub akan Tata Ulang Jalan Protokol

Rangga Agung Zuliansyah | Selasa, 14 Januari 2014 | 17:24

Petugas Dishub menunjukkan ruangan ATCS (Dens Bagoes Irawan / TangerangNews)


TANGERANG-Dinas Perhubungan Kota Tangerang melakukan penataan lalu lintas di jalan-jalan protokol, yang dimulai sejak awal tahun 2014. Hal tersebut untuk memperlancar arus lalu lintas yang kini semakin padat.

Kepala Bidang Teknik Lalulintas Dishub Kota Tangerang Adeng Rustandi mengatakan, jalan yang akan ditata-ulang diantaranya di Jembatan Pintu Air 10, Jalan Daan Mogot dan Jalan Lio Baru. "Kita telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan telah menyiapkan rambu lalulintas yang dibutuhkan. Penataan lalulintas ini diberlakukan mulai awal tahun 2014," katanya, Selasa (14/1).

Adeng mengungkapkan,  jika penataan lalulintas yang kini dilakukan sebelumnya telah dikaji terlebih dahulu, bahkan penataan di Jalan Daan Mogot pernah diuji ketika penutupan Jembatan Satria, beberapa waktu lalu. "Penataan lalulintas ini dilakukan bertahap yang nantinya dibuat permanen," katanya.

Sementara, Tri Wibowo, Kasi Teknik Lalulintas Dishub Kota Tangerang, menjelaskan ada dua model penataan lalulintas yang dilakukan, yakni jangka pendek dan jangka panjang  dengan memberlakukan sistem satu arah.

Untuk jangka pendek, kata dia, Jembatan Pintu Air Sepuluh dijadikan satu arah dari Jalan KS Tubun, sehingga hanya boleh menuju Simpang Tujuh. Jalan Lio Baru dari Bursa Kue Sewan menuju Jembatan Tanah Tinggi. Sedangkan Jalan Daan Mogot dari simpang TMP Taruna menuju Mall Robinson.

"Model jangka panjangnya, ditambahkan pemberlakuan sistem satu arah di Jalan Dr Sitanala. Sebab rencananya di belakang Kantor Dishub Kota Tangerang akan dibangun jalan alternatif, sehingga Jalan Dr Sitanala akan dibuat satu arah dari Simpang Tujuh, hanya bisa menuju Jalan Lio Baru," jelasnya.
OPINI
Refleksi Iduladha: Apa yang Sudah Kita Kurbankan?

Refleksi Iduladha: Apa yang Sudah Kita Kurbankan?

Jumat, 29 Mei 2026 | 18:23

Hari ini kita berkumpul di hari yang Agung. Hari pengorbanan, hari ketundukan hamba kepada Sang Khalik Allah Swt., hari raya Iduladha. Iduladha bukan sekadar tentang hewan kurban, juga bukan sekadar takbir.

NASIONAL
Gerindra Sebut Bantuan 1.098 Sapi Kurban Prabowo dari APBN Sah Secara Hukum

Gerindra Sebut Bantuan 1.098 Sapi Kurban Prabowo dari APBN Sah Secara Hukum

Kamis, 28 Mei 2026 | 13:09

Partai Gerindra merespons polemik terkait bantuan 1.098 ekor sapi kurban dari Presiden RI Prabowo Subianto yang menggunakan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill