Connect With Us

Periuk Damai Terendam 2 Meter

Rangga Agung Zuliansyah | Kamis, 23 Januari 2014 | 19:17

Periuk Damai Kota Tangerang Banjir (Dens Bagoes Irawan / TangerangNews)


TANGERANG-Ratusan rumah di Perumahan Periuk Damai, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, Banten kembali terendam banjir, Kamis (23/1). Banjir yang menggenangi perumahan itu mencapai ketinggian hingga dua meter akibat air luapan dari Situ Bulakan yang tidak mampu lagi menampung debit air.
 
Banjir itu merendam ratusan rumah di lima RT. Sebenarnya, menurut warga banjir tersebut terjadi sejak minggu lalu.  Namun, hingga Kamis siang, banjir yang merendam perumahan ini tidak kunjung surut.
 Sebanyak 600 warga terpaksa mengungsi ke sejumlah posko pengungsian yang ada di daerah tersebut, sambil menunggu banjir kembali surut .

 

Tidak hanya merendam rumah, banjir juga sempat merendam Posyandu milik warga. Tetapi, meskipun ketinggian banjir mencapai dua meter. Warga mengaku banjir yang terjadi masih lebih parah dibandingkan yang terjadi pada tahun sebelumnya.
 
Warga menuding ,  pembangunan proyek perumahan yang terus menjamur dengan menguruk rawa dan pemancingan yang awalnya sebagai resapan air  di wilayah into menjadi penyebab banjir. “Bagaimana tidak banjir, Situ Bulakan diuruk. Dijadikan perumahan. Sedikit demi sedikit hilang,” terangnya.
 
 

KOTA TANGERANG
Curhat ke Polisi di Ngopi Kamtibmas, Warga Tangerang Resah dengan Pinjol dan Debt Collector

Curhat ke Polisi di Ngopi Kamtibmas, Warga Tangerang Resah dengan Pinjol dan Debt Collector

Jumat, 3 April 2026 | 21:34

Suasana Balai Warga RW 03 Kelurahan Pondok Bahar, Karang Tengah, seketika berubah menjadi ruang diskusi hangat pada Kamis 2 April 2026 sore.

MANCANEGARA
Dampak Perang Timur Tengah, Prabowo Sebut Indonesia Harus Siap-siap

Dampak Perang Timur Tengah, Prabowo Sebut Indonesia Harus Siap-siap

Selasa, 10 Maret 2026 | 09:21

Presiden Prabowo Subianto mengingatkan situasi geopolitik dunia yang memanas, terutama konflik di kawasan Timur Tengah, berpotensi menimbulkan dampak bagi berbagai sektor di Indonesia.

OPINI
Tragedi Logika 'Editing Gratis' di Meja Hijau

Tragedi Logika 'Editing Gratis' di Meja Hijau

Kamis, 2 April 2026 | 20:42

Baru-baru ini, di sebuah ruang sidang di Kabupaten Karo, akal sehat kolektif kita baru saja dieksekusi tanpa ampun. Seorang Jaksa Penuntut Umum (JPU) dengan wajah serius—dan mungkin tanpa beban dosa—menggugat sebuah realitas ekonomi modern

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill