Menelisik Board of Peace Gaza Palestina Ala Trump
Jumat, 30 Januari 2026 | 20:34
Upaya Amerika untuk menguasai timur tengah, dengan menjadikan Israel sebagai penjaga kepentingannya di Timur tengah, tidak berjalan mulus.
TANGERANG-Seorang pria berinisial N (40) dan anaknya yang berusia 2 tahun meninggal dunia karena terinfeksi virus flu burung. Warga Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, Banten itu dinyatakan positif flu burung H5N1.
“Iya, jadi hasil laboratorium baru tadi pagi itu memang positif. Kasusnya ini tepatnya di Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang,” ujar Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan HM Subuh, Kamis (26/3/2015).
N diketahui meninggal dunia di rumah sakit pada Selasa (24/3/2015) pukul 16.30 WIB. Subuh mengatakan, N sempat mengalami panas, kemudian sesak napas hingga kondisinya memburuk.
Kemudian, menyusul anaknya pada pagi hari ini sekitar pukul 04.00 WIB. Anak N juga sempat dirawat di rumah sakit, kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Persahabatan Jakarta. Namun, nyawanya pun tak tertolong.
“Waktu di rumah sakit sudah ada kecurigaan dari dokter yang merawat dia. Kemudian darahnya diambil, sampel kita kirim ke litbangkes dan membutuhkan waktu satu sampai dua hari,” jelas Subuh.
Subuh meminta masyarakat untuk tidak resah. Saat ini, Kementerian Kesehatan bersama dinas terkait sedang melakukan investigasi di lingkungan tempat tinggal, lingkungan sekitar, hingga rumah sakit.
Upaya Amerika untuk menguasai timur tengah, dengan menjadikan Israel sebagai penjaga kepentingannya di Timur tengah, tidak berjalan mulus.
TODAY TAGTugu titik nol Kabupaten Tangerang yang sempat menjadi kontroversi lantaran memakan anggaran sebesar Rp2,3 miliar kini sudah mulai beroperasi dan dipergunakan sebagai taman literasi digital untuk masyarakat.
Pemerintah Indonesia baru saja menerbitkan Surat Berharga Negara (SBN) Ritel pertama di tahun 2026, yakni SBN seri ORI029 yang sudah bisa dibeli di aplikasi investasi Bibit.id, pada 26 Januari - 19 Februari 2026.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) membantah narasi yang beredar di media sosial terkait Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang disebut-sebut dapat menjadi “bom waktu” dan memicu cuaca tidak stabil jika dilakukan secara terus-menerus.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews