Serpong Jaya Luncurkan 3 Cluster Baru, Tawarkan Hunian Modern Mulai Rp700 Jutaan
Jumat, 8 Mei 2026 | 14:54
Kebutuhan hunian nyaman dan terintegrasi di kawasan penyangga Jakarta terus meningkat seiring perkembangan kehidupan urban.
TANGERANGNews.com– Hujan deras yang menggutur wilayah Tangerang dan sekitarnya membuat beberapa ruas jalan di Tangerang tergenang air. Salah satunya adalah yang berada di jalan Empu Gandring, Perumnas II, Kota Tangerang.
Akibat dari hujan tersebut, debit air mengalami peningkatan dan menggenangi jalan sehingga pengendara sepeda motor kesulitan melewati luapan air yang masuk hingga ke dalam rumah warga. Ketinggian air mencapai 15 – 30 Cm menggenangi wilayah tersebut.
Salah seorang warga Tangerang, Poppy Indah Nurlita, 23 menjelaskan bahwa hujan deras terjadi sejak pukul 14.00 WIB. Dimana hujan yang terjadi selama 1 jam ni membuat air masuk kekediamannya yang berada di Jalan Hanila II yang bersebelahan dengan jalan Empu Gandring Raya.
“ Hujannya deras dari jam dua, hujannya lumayan gede banget,” paparnya.
Wanita lulusan salah satu Universitas terkemuka di Jakarta ini menjelaskan, bahwa akibat dari masuknya air ke kediamannya membuat air masuk hingga ke dalam ruang tamu. “Masuk ke dalam rumah,” ujarnya.
Diduga penyebab banjir karena tidak berfungsi secara maksimal drainase di daerah tersebut. Hal tersebut diperparah dengan maraknya pembangunan properti di Kota Tangerang membuat semakin berkurangnya daerah resapan air.
Kebutuhan hunian nyaman dan terintegrasi di kawasan penyangga Jakarta terus meningkat seiring perkembangan kehidupan urban.
TODAY TAGASN Kota Tangerang Ian Chavidz Rizqiullah resmi terpilih sebagai Ketua alumni IPDN Angkatan 22 Adipati periode 2026-2030. Ia unggul telak dalam pemilihan yang digelar secara daring melalui sistem voting elektronik.
Dunia ikan hias Indonesia kembali bergeliat dengan hadirnya Elite Goldfish Championship (EGC) 2026 yang berlangsung pada 7–10 Mei 2026 di Pacific Garden Alam Sutera, Tangerang.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten akan mengevaluasi sejumlah jurusan di sekolah menengah kejuruan (SMK) yang dinilai sudah tidak lagi sebanding dengan kebutuhan dunia kerja.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews