Malaysia Pangkas Harga Solar Jadi Rp9.000-an per Liter, Ini Alasan di Baliknya
Selasa, 23 Juni 2026 | 11:51
Pemerintah Malaysia memutuskan menurunkan harga solar menjadi 2,10 ringgit Malaysia atau sekitar Rp9.061 per liter mulai Juli 2026.
TANGERANGNews.com-Calon Gubernur Banten nomor urut 1 Wahidin Halim mencoblos di TPS 2, RT 2/1, Kelurahan Pinang, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, Rabu (15/2/2017).
Mantan Wali Kota Tangerang dua periode itu datang ke TPS sekitar pukul 08.30 WIB, didampingi keluarganya. Wahidin yang mengenakan baju muslim putih dan kopiah ini berama istrinya, Niniek Nuraini, masuk ke TPS untuk memberikan suara. Baca Juga : Panwaslu Temukan Paket Mie Instant Dimalam Pencoblosan Pilkada Banten
Cagub yang berpasangan dengan anak Ratu Atut Chosyah, Andika Hazrumy ini mengaku optimis suaranya bisa mencapai lebih dari 50 persen. "Kalau berdasarkan survei di masyarakat, suara kita bagus," ujarnya.
Namun dia enggan ditanya apakah siap kalah. Menurutnya, jika sudah mencalonkan diri harus optimis siap menang."Jangan nanya siap kalah. Siap menang dulu. Belum apa-apa masa siap kalah. Itu nanti kalau sudah ada hasilnya," tukasnya.
Usia nyoblos, Wahidin pun kembali ke rumah bersama keluarganya. Dia mengaku hanya memantau perkembangan Pilgub Banten di rumah. "Habis ini saya tidur di rumah," jelasnya.
Sayuti, Ketua KPPS TPS 2 menjelaskan, jumlah pemilih di TPS tersebut sebanyak 714 pemilih yang terdiri dari 348 pemilih Perempuan, 366 pemilih laki-laki serta satu pemilih tuna daksa.
Pemerintah Malaysia memutuskan menurunkan harga solar menjadi 2,10 ringgit Malaysia atau sekitar Rp9.061 per liter mulai Juli 2026.
TODAY TAGKomisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia melakukan monitoring langsung terhadap penyelenggaraan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026 di Provinsi Banten.
Ribuan pengunjung dari berbagai daerah memadati Klenteng Koet Goan Bio (Mpeh Peh Cun) Karawaci, Kota Tangerang. Mereka hadir untuk menyaksikan langsung kemeriahan Festival Budaya Pertjon (Peh Cun), sebuah tradisi khas warga Cina Benteng
Perubahan nama ini didasari oleh tingginya angka underdiagnosis atau kasus yang tidak terdeteksi di masyarakat.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews