Connect With Us

Tahun 2018, Pemkot Tangerang Bangun Stadion

Rangga Agung Zuliansyah | Selasa, 14 Maret 2017 | 17:10

Stadion Benteng Kota Tangerang (Rangga A Zuliansyah / TangerangNews)

TANGERANGNews.com-Pemerintah Kota Tangerang akan membangun stadion sepak bola yang menjadi bagian sport center pada tahun 2018.
 
Saat ini, Pemkot tengah menunggu pembebasan lahan fasos fasum seluas 10 hektare di kawasan Alam Sutera Kecamatan Pinang.
 
"Kita mau bangun sport center tahun depan. Tapi fasos fasum masih belum selesai dibebaskan, jadi kita dorong pengembang Alam Sutera," kata Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah, Selasa (14/3/2017).
 
Terkait dengan Stadion Benteng Arief mengatakan akan membuatnya menjadi ruang terbuka hijau jika sudah diserahkan oleh Pemkab Tangerang ke Pemkot Tangerang. Mengingat kondisi bangunan yang sudah tidak representatif.
 
"Bangunannya sudah rapuh, selain itu lokasinya tidak kondusif karena (suporter) selalu ribut," katanya.
HIBURAN
3 Festival Ini Digelar di Kota Tangerang Sepanjang Juli 2026

3 Festival Ini Digelar di Kota Tangerang Sepanjang Juli 2026

Jumat, 3 Juli 2026 | 16:36

Bulan Juli 2026, Kota Tangerang akan diramaikan dengan tiga event akbar yakni Festival Cisadane, Festival Kali Sabi, dan Halal Fest 2.

MANCANEGARA
Malaysia Pangkas Harga Solar Jadi Rp9.000-an per Liter, Ini Alasan di Baliknya

Malaysia Pangkas Harga Solar Jadi Rp9.000-an per Liter, Ini Alasan di Baliknya

Selasa, 23 Juni 2026 | 11:51

Pemerintah Malaysia memutuskan menurunkan harga solar menjadi 2,10 ringgit Malaysia atau sekitar Rp9.061 per liter mulai Juli 2026.

TEKNO
Siklus 4 Tahun Bitcoin Berakhir? Tiga Analisis Teknikal Ini Beri Gambaran

Siklus 4 Tahun Bitcoin Berakhir? Tiga Analisis Teknikal Ini Beri Gambaran

Kamis, 2 Juli 2026 | 13:28

Pergerakan harga Bitcoin kembali menjadi perhatian setelah sejumlah analis menemukan sinyal teknikal yang dinilai cukup menjanjikan.

OPINI
Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Sabtu, 4 Juli 2026 | 22:29

Dalam khazanah sosiologi organisasi, Muhammadiyah sedianya merupakan antitesis bagi tradisi patrimonial. Persyarikatan ini berdiri di atas fondasi otoritas legal-rasional, di mana legitimasi kepemimpinan berakar pada kompetensi dan kaderisasi

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill