Connect With Us

Selamat 40 Tahun Wali Kota Tangerang Pejuang Pendidikan

Advertorial | Senin, 24 April 2017 | 17:00

Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah dan Wakil Wali Kota Tangerang Sachrudin. (@tangerangnews 2017 / Rangga A Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Pada 23 April 2017, genap usia Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah 40 tahun. Dibawah kepemimpinannya, Pemerintah Kota Tangerang telah banyak menelurkan berbagai program sejak tahun 2013.  Dia dikenal sebagai wali kota muda yang  berani berjuang untuk dunia pendidikan. 


Salah satu yang masih teringat dalam ingatan, bagaimana dirinya 'melawan' Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly  yang kala itu dengan tegas meminta pembangunan gedung SDN Sukasari 4 dihentikan. Peristiwa tersebut merupakan rentetan seusai Arief melakukan pembenahan dibantaran rel Tanah Tinggi.  
Namun, Arief mendapat dukungan dari para guru, siswa dan orangtua siswa. Arief mengatakan, yang dia bangun bukan untuk kepentingan swasta, tetapi untuk kemajuan pendidikan di Kota Tangerang.  Akhirnya, Yasonna pun 'tunduk' dan memberikan izin kepada dia untuk melanjutkan pembangunan SDN Sukasari 4.    

Arief R Wismansyah

Selain itu, Arief juga dikenal dengan upayanya  mewujudkan kota yang layak huni, layak investasi, layak dikunjungi dan kota yang menggunakan teknologi informasi berbasis elektronik.

Secara umum dideskripsikan dalam konsep Tangerang LIVE  atau Liveable, Investable, Visitable dan E-City.
Guna mewujudkan konsep Tangerang LIVE itu, salah satu fokus wali kota muda ini adalah meningkatkan pendidikan masyarakat melalui program Tangerang Cerdas yang diterapkan sejak tahun 2014 lalu.

Penerapan program  ini yakni Pemkot Tangerang memberikan bantuan kepada 45.000 pelajar kurang mampu, baik  dari tingkat SD hingga SMA/SMK berupa pembayaran SPP dan keperluan lainnya meliputi sepatu, seragam sekolah, tas sekolah dan penunjang proses belajar mengajar. Untuk menjalankan program Tangerang Cerdas, Pemkot Tangerang telah mengalokasikan APBD sebesar Rp80 Miliar.

"Dengan begitu, maka seluruh anak - anak di Kota Tangerang telah terjamin dan bisa bersekolah tanpa adanya masalah biaya sebab telah ditanggung oleh Pemkot," kata Arief.

Selanjutnya di tahun 2017, Arief kembali meluncurkan program pendidikan, yakni menggratiskan biaya sekolah untuk SD dan SMP. Tak hanya sekolah negeri, biaya pendidikan juga diberikan kepada sekolah swasta.

“Penggratisan biaya operasional sekolah tersebut dimaksudkan untuk membuka aksesibilitas para generasi muda di Kota Tangerang terhadap pendidikan yang menjadi modal pembangunan di Kota Tangerang,” kata Arief.

Anggaran untuk urusan pendidikan di tahun 2017 sekitar Rp1,1 Triliun. Termasuk didalamnya, Rp105,3 Miliar untuk membiayai operasional 399 SD Negeri, 135 SD Swasta, dan 1 MI Negeri. Lalu, Rp66,03 Miliar untuk membiayai operasional 24 SMP Negeri, 164 SMP Swasta dan 3 MTs Negeri.


Selain itu, Pemkot Tangerang juga telah melaksanakan program Satgas Wajib Belajar 12 Tahun yang bertugas untuk meminimalisir jumlah putus sekolah anak-anak di Kota Tangerang.


Satgas ini akan bertugas mendata seluruh anak yang tidak bisa melanjutkan jenjang pendidikan agar bisa kembali mengenyam pendidikan.

Dari data yang dihimpun satgas nantinya, anak-anak putus sekolah ini akan disekolahkan secara gratis.


Semangat Pak Wali, majulah terus dunia pendidikan di Kota Tangerang!

WISATA
Tak Maksimal Sumbang PAD, Wisata Kabupaten Tangerang Terkendala Regulasi dan Lahan

Tak Maksimal Sumbang PAD, Wisata Kabupaten Tangerang Terkendala Regulasi dan Lahan

Selasa, 6 Oktober 2026 | 19:40

Potensi pariwisata di Kabupaten Tangerang belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

OPINI
Darurat Perundungan, Saatnya Islam Menjadi Solusi Hakiki

Darurat Perundungan, Saatnya Islam Menjadi Solusi Hakiki

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:02

Orang tua mana yang tidak hancur hatinya, ketika melihat anaknya tersakiti? Terlebih jika peristiwa menyakitkan itu terjadi di lingkungan sekolah, tempat yang semestinya menjadi ruang aman bagi anak untuk belajar, bertumbuh

PROPERTI
Hadapi Tantangan Backlog Perumahan, LippoLand Kembangkan Hunian Rp100 Jutaan

Hadapi Tantangan Backlog Perumahan, LippoLand Kembangkan Hunian Rp100 Jutaan

Jumat, 2 Oktober 2026 | 17:18

Memasuki usianya yang ke-39 di industri properti Tanah Air, LippoLand terus memperluas perannya dari pengembang kawasan menjadi property enabler.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill