Connect With Us

Nikmatnya Takjil Murah di Pasar Lama

Rangga Agung Zuliansyah | Senin, 29 Mei 2017 | 17:30

Tampak banyak Jajanan takjil di dekat Tugu Jam Argo Pantes, Jalan Kisamaun Pasar Lama, Senin (29/5/2017). (@TangerangNews2017 / Rangga A Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Kawasan kuliner Pasar Lama, sudah tidak asing lagi bagi banyak orang dari dalam dan luar Kota Tangerang untuk menjadi destinasi wisata kuliner. Tak hanya hari biasa, saat Ramadan pun tempat ini mejadi pusat jajanan takjil atau makanan untuk berbuka puasa.

Jajanan takjil tersebut bisa ditemui di dekat Tugu Jam Argo Pantes, Jalan Kisamaun. Pengunjung bisa menikmati berbagai macam takjil  yang dijajakan oleh puluhan pedagang di tempat tersebut.

Ada makanan tradisonal seperti gorengan, kue basah, asinan, kolak sampai lauk dan sayur. Selain makanan, ada juga berbagai minuman seperti es bubur sum-sum, es buah, es cendol, es kuwut dan lain-lain.

Selain rasanya yang nikmat, harga makanan yang dijual pun cukup murah. Tak heran jika tempat ini selalu ramai dikunjungi pembeli, terutama menjelang buka puasa.

Salah satu penjual, Ratna mengatakan, untuk gorengan seperti bakwan, risol dan pastel antara dijual seharga Rp2000-3000 per buah, bubur sum-sum Rp5.000 per bungkus, asinan sayur atau buah Rp14.000-17.000 per bungkus. “Kebanyakan pengunjung beli gorengan atau asinan untuk bukaan (Buka puasa),” jelasnya, Senin (29/5/2017).

Inne, salah watu pembeli mengatakan, dirinya memang sering membeli makanan di tempat tersebut karena banyak pilihan. Selain itu, hal ini untuk menghemat waktu, mengingat dirinya kerap selesai kerja saat sore hari sehingga tidak sempat jika harus memasak di rumah. “Jadi di rumah tinggal makan,” katanya.

Kawasan jajanan takjil ini mulai buka dari pukul 02.30 hingga 20.00 WIB. Di sana juga telah di sediakan kursi dan meja sehingga pengunjung bisa berbuka puasa di tempat.

OPINI
May Day dan Gugatan Marx di Balik Penjara Digital

May Day dan Gugatan Marx di Balik Penjara Digital

Jumat, 1 Mei 2026 | 16:57

Sejarah dari seluruh masyarakat yang ada hingga sekarang adalah sejarah perjuangan kelas." Kalimat pembuka Karl Marx dalam Manifesto Komunis (1848) ini sering kali dianggap sebagai peninggalan masa lalu yang tak lagi relevan.

BANTEN
Kembangkan Sekolah Unggulan, Pemprov Banten Jajaki Kerja Sama dengan Cambridge School

Kembangkan Sekolah Unggulan, Pemprov Banten Jajaki Kerja Sama dengan Cambridge School

Selasa, 12 Mei 2026 | 18:58

Gubernur Banten Andra Soni menjajaki kerja sama strategis dengan Cambridge School Indonesia guna meningkatkan mutu pendidikan di wilayahnya.

WISATA
Dari Lahan Terbengkalai Jadi Spot Wisata Keluarga, Intip Wajah Baru Alun-Alun Pondok Ranji

Dari Lahan Terbengkalai Jadi Spot Wisata Keluarga, Intip Wajah Baru Alun-Alun Pondok Ranji

Selasa, 12 Mei 2026 | 15:52

Kawasan Pondok Ranji, Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) kini punya ikon baru. Alun-alun Pondok Ranji bertransformasi menjadi ruang publik yang modern, inklusif, dan ramah keluarga.

BISNIS
Warga Banten Makin Jarang Pakai Uang Tunai, Transaksi QRIS Tembus Rp34 Triliun

Warga Banten Makin Jarang Pakai Uang Tunai, Transaksi QRIS Tembus Rp34 Triliun

Kamis, 14 Mei 2026 | 14:20

Penggunaan pembayaran digital di Provinsi Banten terus melonjak sepanjang awal 2026. Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten mencatat nilai transaksi menggunakan QRIS mencapai lebih dari Rp34 triliun.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill