Connect With Us

Percepat Proyek Jalan Mookervart, Wakil Wali Kota Temui Langsung Pimpinan Perusahaan

Advertorial | Minggu, 6 Agustus 2017 | 16:00

Wakil Wali Kota Tangerang Sachrudin saat meninjau proyek. (@TangerangNews2017 / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com-Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang untuk mempercepat pembangunan jalan sisi selatan Kali Mookervart, untuk mengurangi kepadatan kendaraan dari Tangerang menuju Jakarta Barat, terus dilakukan. Kali ini dengan mengecek dan menemui langsung pihak-pihak terkait yang lahannya terkena proyek.

Wakil Wali Kota Tangerang, Sachrudin langsung mendatangi pelaksana proyek yaitu PT Moderna Teknik Perkasa dan menemui langsung pimpinan PT. Multi Bintang Indonesia (MBI) serta PT. Era Prima yang terkena proyek jalan sepanjang sekitar 4,1 kilometer, dari flyover Tanah Tinggi hingga perbatasan DKI Jakarta.

Dalam lawatannya, Sachrudin, menyampaikan, pelaksanaan pembangunan jalan proyek ini membutuhkan pembebasan lahan, yang tentunya diharapkan ada kontribusi dari perusahaan-perusahaan yang terkena proyek yang salah satunya untuk meminimalisir kepadatan lalu-lintas serta memberikan kemudahan akses bagi perusahaan-perusahaan maupun masyarakat yang lalu lalang dari dan menuju Jakarta Barat dan sekitarnya.

Dia juga menginstruksikan kepada pelaksana proyek untuk segera mempercepat pengerjaan lahan-lahan yang memang sudah bisa digarap. Seperti lahan di luar PT. MBI serta PT. Era Prima yang juga sudah siap dilakukan penataan untuk proyek sepanjang Kali Mookervart ini.

“Segera tindaklanjuti dan lakukan pengerjaannya ya pak Sigit,” ujar Sachrudin pada pimpinan proyek yang turut serta dalam pertemuan dengan kedua perusahaan tersebut.    

Pada prinsipnya, tegas Sachrudin, setiap proyek yang dilaksanakan oleh pemerintah pusat maupun daerah ditujukan untuk memberikan pelayanan terbaik dan kemudahan akses bagi masyarakat. Oleh karena itu, untuk mewujudkannya dibutuhkan kerjasama dan kontribusi nyata dari setiap pihak yang terlibat didalamnya. 

“Di setiap pelaksanaan proyek, tentu harus sama-sama diuntungkan, tidak boleh ada yang dirugikan. Makanya kami terus upayakan koordinasi untuk menghasilkan win-win solution. Apalagi ini untuk kepentingan umum, kita harus sama-sama berbesar hati,” ucapnya.

Ia juga ucapkan terima kasih atas kesediaan perusahaan-perusahaan yang telah sangat kooperatif dalam pelaksanaan proyek ini.  Seperti halnya PT. MBI dan PT. Era Prima, yang ditemuinya hari ini. 

“Sisanya, nanti akan kami temui dan undang segera sehingga pelaksanaannya dapat selesai diakhir tahun,” tegasnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Nana Trisyana, mengatakan, pembangunan jalan sisi selatan Mookervart ini, telah ditetapkan sebagai jalan kota dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 6 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Tangerang Tahun 2012 – 2023.

“Anggaran pembangunan jalan ini berasal menggunakan dana hibah dari Pemprov DKI Jakarta,” ujar Nana.

Dijelasnya, pembangunan ini sesuai dengan hasil kesepakatan kerjasama dengan Badan Kerja Sama Pembangunan (BKSP) Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi dan Cianjur (Jabotabekjur), terkait perluasan jaringan lalu lintas batas antara wilayah DKI Jakarta dengan daerah Kota Tangerang dan Bekasi.

“Pembangunan jalan sisi selatan Mookervart bertujuan untuk manambah kapasitas pergerakan lalu lintas di Daan Mogot sehingga akan turut mengurai kepadatan lalu-lintas di Jalan Daan Mogot, khususnya di pagi dan sore hari,” ujarnya seraya menambahkan, jalan ini juga, nantinya dapat digunakan untuk jalur Busway. 

Pembangunan Jalan sisi selatan Mookervart yang sejajar dengan jalan Daan Mogot ini, lanjut Nana, menggunakan sistem multiyears dan dikerjakan selama dua tahun, mulai 2016 – 2017. 

Dengan lebar 20 meter, termasuk median jalan dan trotoar. Di mana untuk jalan selebar 11,5 meter (dua jalur), sisanya untuk trotoar dan median jalan, di sebelah kanan dan kiri serta saluran air.

Adapun berdasarkan laporan pelaksana proyek PT. Moderna Teknik Perkasa, tercatat lokasi yang sudah dikerjakan yaitu Arcadia (270 meter), 3 Multi Gudang (100 meter), Era Prima (400 meter), MBI (405 meter), Polari (200 meter), Garda Bakti Nusantara (400 meter). Dengan total 1775 meter. (ADV)

BANDARA
Dua WNA Tiongkok Baku Hantam hingga Bikin Geger di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta

Dua WNA Tiongkok Baku Hantam hingga Bikin Geger di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:17

Area Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Kota Tangerang, mendadak geger setelah terjadi keributan yang melibatkan sesama penumpang warga negara asing (WNA) asal Tiongkok pada Senin, 15 Juni 2026.

TEKNO
Pelanggan Telkomsel di Jabotabek-Jabar Bisa Nobar Piala Dunia Cuma Modal Paket Rp25 Ribu

Pelanggan Telkomsel di Jabotabek-Jabar Bisa Nobar Piala Dunia Cuma Modal Paket Rp25 Ribu

Minggu, 14 Juni 2026 | 19:05

Menyambut momentum Piala Dunia 2026, Telkomsel bersama TVRI menghadirkan ‘Bola Gembira MAXStream TV’ sebagai solusi agar masyarakat Indonesia di berbagai wilayah, tetap dapat menikmati setiap pertandingan secara lebih fleksibel.

TOKOH
Masinis Penyintas Tragedi Bintaro 1987 Slamet Suradio Tutup Usia di Umur 87 Tahun

Masinis Penyintas Tragedi Bintaro 1987 Slamet Suradio Tutup Usia di Umur 87 Tahun

Rabu, 3 Juni 2026 | 15:53

Slamet Suradio, masinis yang selamat dari peristiwa tabrakan kereta api dalam Tragedi Bintaro 1987, meninggal dunia pada Rabu, 3 Juni 2026, dini hari.

OPINI
Pertamax Naik, Rakyat Kecil Ikut Tercekik

Pertamax Naik, Rakyat Kecil Ikut Tercekik

Senin, 15 Juni 2026 | 20:21

Kenaikan harga BBM jenis Pertamax seolah diposisikan sebagai bentuk keberpihakan pemerintah kepada rakyat kecil karena harga BBM bersubsidi tidak mengalami kenaikan. Sekilas, kebijakan ini tampak tidak membebani masyarakat berpenghasilan rendah.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill