Connect With Us

Lalu Lintas Depan Pabrik Panarub Tangerang Selalu Macet Parah

Achmad Irfan Fauzi | Selasa, 30 Januari 2018 | 18:00

Suasana kemacetan yang terjadi di Jalan M Toha, Kota Tangerang, tepatnya di depan PT Panarub Industri. (@TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi )

TANGERANGNEWS.com - Jalan M Toha, Kota Tangerang, tepatnya di depan PT Panarub Industri kerap dilanda kemacetan setiap harinya. Para pengguna jalan yang melintasi jalan tersebut sudah pasti kendaraannya tak berkutik. Apalagi di saat jam pulang kantor.

Pantauan TangerangNews.com dari jembatan penyeberangan orang (JPO) pada pukul 16.10 WIB, Selasa (30/1/2018), terlihat kendaraan tak bisa bergerak. Hal itu akibat angkutan umum mengetem kendaraannya di tepi jalan  ditambah para pedagang kaki lima berjualan di trotoar.

BACA JUGA:

Terlihat sejumlah petugas Dinas Perhubungan Kota Tangerang kesulitan mengurai kemacetan yang sudah sangat padat tersebut.

Satu dari karyawati PT Panarub Industri, Mardianti mengatakan, kemacetan persis di depan lokasi tempatnya bekerja sudah tidak aneh lagi.

"Sudah setiap hari di sini macet, apalagi setiap saya pulang kerja (bubaran pabrik) mobil dan motor nggak karuan. Ini mah sudah nggak aneh," ujar dia, sore ini.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Tangerang Saeful Rohman mengatakan, untuk mengurai kemacetan di Jalan M Toha, pihaknya telah membuatkan JPO. Namun hal ini belum bisa memecahkan kemacetan itu.

Terlebih JPO hanya bisa digunakan untuk para pegawai PT Panarub Industri yang menyebrang jalan untuk mengambil kendaraannya yang terparkir di lahan kosong depan pabrik.

"Sudah dibuatkan JPO, ternyata belum efektif, masih terus saja macet," kata Saeful.

Ia juga mengklaim bahwa kemacetan di Jalan M Toha terjadi lantaran semrawutnya berbagai macam kegiatan di sana. "Disana macet karena PKL, angkot ngetem, ada terminal juga, pasar, sama pegawai pabrik," ucap Saeful.

Menurut Saeful, demi menuntaskan kemacetan di Jalan M Toha harus melibatkan sejumlah pihak. Seperti Satlantas Polres Metro Tangerang Kota dan stakeholder lainnya.

"Memang kemacetan di sana sangat parah, untuk menuntaskannya perlu bersinergi, enggak hanya Dishub. Dan tentunya saya akan diskusikan soal ini," papar Saeful.(RAZ/RGI)

MANCANEGARA
Geger Virus Baru Hantavirus, Gejalanya Mirip Flu tapi Bisa Berujung Fatal

Geger Virus Baru Hantavirus, Gejalanya Mirip Flu tapi Bisa Berujung Fatal

Senin, 11 Mei 2026 | 08:11

Kasus hantavirus kembali menjadi sorotan setelah muncul laporan infeksi virus langka tersebut di kapal pesiar MV Hondius yang dikabarkan menyebabkan korban meninggal dunia.

BANDARA
Cegah Penyebaran Hantavirus, Bandara Soetta Perketat Kedatangan Internasional dari 4 Negara Ini

Cegah Penyebaran Hantavirus, Bandara Soetta Perketat Kedatangan Internasional dari 4 Negara Ini

Rabu, 13 Mei 2026 | 17:24

Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) resmi meningkatkan status kesiapsiagaan guna mencegah masuknya wabah Hantavirus ke Indonesia.

TEKNO
AI Helita Tangsel Respon Keluhan Warga Hanya dalam 49 Milidetik, Sudah Terima 4 Ribu Pesan

AI Helita Tangsel Respon Keluhan Warga Hanya dalam 49 Milidetik, Sudah Terima 4 Ribu Pesan

Kamis, 14 Mei 2026 | 10:06

Helita, asisten digital berbasis Artificial Intelligence (AI) milik Pemkot Tangsel, langsung menjadi primadona baru sejak dirilis.

BISNIS
Warga Banten Makin Jarang Pakai Uang Tunai, Transaksi QRIS Tembus Rp34 Triliun

Warga Banten Makin Jarang Pakai Uang Tunai, Transaksi QRIS Tembus Rp34 Triliun

Kamis, 14 Mei 2026 | 14:20

Penggunaan pembayaran digital di Provinsi Banten terus melonjak sepanjang awal 2026. Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten mencatat nilai transaksi menggunakan QRIS mencapai lebih dari Rp34 triliun.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill