Connect With Us

Sering Banjir, Panunggangan Barat Harus Segera Diturap

Achmad Irfan Fauzi | Jumat, 9 Februari 2018 | 17:00

Dua pintu air di Bendungan Pasar Baru Kota Tangerang dibuka akibat adanya kiriman air dari Bendungan Batu Beulah. (@TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi)

TANGERANGNEWS.com - Jika Kota Tangerang dilanda hujan, wilayah Kelurahan Panunggangan Barat, Kecamatan Karawaci pun sering kebanjiran. Terlebih saat ini sudah memasuki musim puncak penghujan.
 
Masyarakat sekitar pun was - was karena khawatir tempat tinggalnya digenangi air. Seperti pada Senin (5/2/2018), wilayah tersebut digenangi air setinggi betis orang dewasa karena dua pintu bendungan Pasar Baru dibuka.

"Kalau di Bogor sudah siaga 2, wilayah sini yang pertama kali tergenang air di Tangerang seperti kemarin. Pintu Air 10 juga mesti dibuka," ujar Lurah Panunggangan Barat, Ahyar Haerudin, Jumat (9/2/2018).

Ia menjelaskan perlu ada solusi yang efektif guna memecahkan persoalan ini. Menurutnya solusinya hanya satu, pembangunan turap. "Masyarakat minta dibangun turap sudah bosan dengan banjir," ujarnya, Jumat (9/2/2018).

Menurut dia, pembangunan turap ini mesti secepatnya dikerjakan. Sebab, air dari Sungai Cisadane sering kali melimpas jika musim penghujan tiba. "Harus tahun ini turap dibangun. Kalau tidak, Panunggangan Barat bisa tergenang terus," ucapnya.

Kabid Pemeliharaan Dinas PUPR Kota Tangerang Agus Tolib menambahkan memang butuh perhitungan untuk mengatasi banjir di Panunggangan Barat. Apalagi jika Pintu Air 10 di Tangerang harus dibuka lantaran kiriman air dari Bendungan Batu Beulah.

"Kami juga jadi dilema. Kalau tidak dibuka, Sungai Cisadane airnya akan melimpas ke mana - mana. Kalau dibuka, Panunggangan Barat yang tergenang, sebab airnya lari ke sana," imbuh Agus.(RAZ/HRU)

KAB. TANGERANG
890 Rumah di Desa Kresek Tangerang Sudah 3 Hari Kebanjiran, Warga Mengaku Belum Dapat Bantuan Logistik

890 Rumah di Desa Kresek Tangerang Sudah 3 Hari Kebanjiran, Warga Mengaku Belum Dapat Bantuan Logistik

Rabu, 11 Maret 2026 | 21:38

Banjir merendam Desa Patrasana, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang dengan ketinggian 30 sentimeter sampai satu meter. Kondisi ini sudah berlangsung selama tiga hari sejak Senin 8 Maret hingga Rabu 11 Maret 2026.

KOTA TANGERANG
Lawan Arah Terobos Perlintasan Rel Tanah Tinggi, Pengendara Scoopy Tewas Tertabrak Kereta

Lawan Arah Terobos Perlintasan Rel Tanah Tinggi, Pengendara Scoopy Tewas Tertabrak Kereta

Rabu, 11 Maret 2026 | 21:11

Insiden kecelakaan maut terjadi di perlintasan Kereta Rel Listrik (KRL) Tanah Tinggi, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill