Connect With Us

Polisi Gadungan Memeras & Perkosa Gadis di Hotel Tangerang

Achmad Irfan Fauzi | Jumat, 9 Februari 2018 | 21:00

Petugas Polrestro Tangerang Kota berhasil mengamankan Tersangka Joko Setiawan, 39, pelaku pemerasan di Hotel Merdeka, Karawaci, Kota Tangerang, Jumat (2/2/2018). (@TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi)

TANGERANGNEWS.com-Joko Setiawan terpincang-pincang setelah kaki kanannya dihadiahi timah panas oleh polisi. Pria 39 tahun ini ditembak karena memeras dan memperkosa gadis di Hotel Melati, Kota Tangerang.

Dalam aksinya, Joko menyamar sebagai polisi gadungan dipadukan dengan rompi anti peluru dan air softgun untuk menakut-nakuti korbannya.

Kapolrestro Tangerang Kombes Harry Kurniawan mengatakan, terbongkarnya kejahatan Joko berawal saat karyawati pabrik berinisial AM, 25, kencan dengan teman prianya ND di Hotel Merdeka, Karawaci, Kota Tangerang, Jumat (2/2/2018).

Usai berkencan di hotel, Joko pun beraksi dengan menyergap sejoli tersebut di tengah jalan dan mengaku sebagai anggota Polri dengan dalih telah berbuat asusila di hotel itu. Bahkan dia menyeret keduanya ke kantor polisi jika tak mau menuruti permintaannya.

"Tersangka memeras korban Rp5 juta. Jika tidak mau memberikan akan dipidana dengan tuduhan telah berbuat mesum diluar nikah," ujar Harry di Mapolrestro Tangerang, Jumat (9/2/2018).

Karena dalih tersebut, korban pun was-was. Sejoli itu merasa khawatir akan dibawa ke kantor polisi oleh Joko.

"Korban tak punya uang, pada saat itu ND langsung mencarikan uang untuk tersangka. Tetapi AM ditahan oleh tersangka," ucap Harry.

Kesempatan inilah yang akhirnya dimanfaatkan Joko untuk membawa AM kembali ke kamar hotel. Dan AM pun dipaksa untuk melayani hasrat seksual polisi gadungan tersebut.

"Oleh tersangka, korban diperkosa. Tak hanya itu, uang korban sebesar Rp 950 ribu juga diambil tersangka," ungkap Harry.

Sayangnya aksi bejat Joko juga berakhir sampai di situ karena ND pada saat mencarikan uang untuknya malah melaporkan insiden tersebut kepada pihak kepolisian.

Kasatreskrim AKBP Deddy Supriyadi menambahkan, jajarannya langsung bergerak cepat dan melumpuhkan Joko dengan timah panas karena berupaya melarikan diri saat disergap.

"Setelah diselidiki, tersangka telah 22 kali melakukan aksi bejatnya di Kota Tangerang dan 17 kali di Jakarta Barat dengan modus selalu menunggu di depan hotel kelas melati mengincar sejoli yang keluar usai berkencan," kata Deddy.

Akibat ulah bejatnya, kini Joko mendekam di tahanan Mapolrestro Tangerang dan dijerat pasal berlapis yakni, pasal 285 dan 368 KUHP tentang pemerkosaan dan pemerasan. "Ancaman hukumannya 12 tahun penjara," papar Deddy.(RAZ/HRU)

KOTA TANGERANG
Digerebek Satpol PP, 4 Pasangan Bukan Suami Istri Kepergok Mesum di Hotel Kota Tangerang

Digerebek Satpol PP, 4 Pasangan Bukan Suami Istri Kepergok Mesum di Hotel Kota Tangerang

Rabu, 30 September 2026 | 16:54

Sebanyak empat pasangan bukan suami istri diamankan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangerang sedang ngamar di hotel kelas melati.

HIBURAN
Naik Gear Ultima, Liburan Bareng Keluarga Jadi Makin Seru di Ultima Family Picnic  

Naik Gear Ultima, Liburan Bareng Keluarga Jadi Makin Seru di Ultima Family Picnic  

Rabu, 30 September 2026 | 16:27

Liburan bersama keluarga tak selalu harus pergi jauh. Naik motor bersama, menikmati perjalanan, lalu menghabiskan waktu dengan berbagai aktivitas seru ternyata juga bisa menjadi pengalaman yang berkesan.

BISNIS
Swiss-Belhotel International Rayakan HUT ke-39, Usung Tema Global Vision, Local Heart

Swiss-Belhotel International Rayakan HUT ke-39, Usung Tema Global Vision, Local Heart

Rabu, 30 September 2026 | 20:29

Swiss-Belhotel International memperingati hari jadi ke-39 pada 25 September 2026 dengan mengusung tema “Global Vision, Local Heart”.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill