Connect With Us

Enam Polisi Datang, Kakek di Tangerang Nekat Gantung Diri

Achmad Irfan Fauzi | Jumat, 13 April 2018 | 11:00

Petugas Kepolisian mendatangi TKP peristiwa seorang pria paruh baya yang gantung diri di Babakan, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, Jumat (13/4/2018). (@TangerangNews/2018 / Achmad Irfan Fauzi)


TANGERANGNEWS.com-Seorang pria paruh baya bernama Bonggali Sagala, 60, warga Komplek LP Wanita RT01/04, Kelurahan Babakan, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, Jumat (13/4/2018).

Korban ditemukan dalam keadaan tergantung di atas pohon dengan cara menggunakan sarung yang diikatkan ke lehernya.

Polisi menduga korban mengakhiri hidupnya karena frustasi sakit yang dideritanya tak kunjung sembuh.

Kapolsek Tangerang Kompol Ewo Samono menerangkan, warga sekitar yang pertama kali menemukan korban dengan kondisi mengenaskan di Jalan Jendral Sudirman, Kelurahan Babakan, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang.

"Benar bahwa pada hari Jumat 13 April 2018 pukul 07.15 WIB ditemukan mayat gantung diri seorang laki- laki," ujarnya.

Ada enam petugas kepolisian yang melakukan olah tempat kejadian perkara. Jenazah korban pun langsung di bawa ke RSUD Tangerang.

"Korban meninggal dunia diduga karena depresi.Tidak ada tanda-tanda bekas kekerasan juga," kata Ewo.(RAZ/HRU)

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

TANGSEL
Tangsel Hanya Terapkan PJJ Sehari Dampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Tangsel Hanya Terapkan PJJ Sehari Dampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Senin, 7 September 2026 | 18:22

Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) turut memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau Belajar dari Rumah (BDR) sementara waktu bagi seluruh satuan pendidikan.

BANTEN
Proyek PSEL Serang Raya Mulai Dibangun Akhir 2026, Kapasitas 1.161 Ton Sampah Per Hari

Proyek PSEL Serang Raya Mulai Dibangun Akhir 2026, Kapasitas 1.161 Ton Sampah Per Hari

Senin, 7 September 2026 | 21:04

Gubernur Banten Andra Soni memastikan proyek strategis nasional Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Serang Raya mulai dibangun pada akhir tahun 2026.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill