Connect With Us

Sering Diadopsi, Aplikasi Pemkot Tangerang Jadi Primadona

Advertorial | Rabu, 16 Mei 2018 | 18:00

Kadis Kominfo Kota Tangerang Tabrani memaparkan aplikasi smary city kepada pejabat Pemkab Bekasi dan Karawang. (@TangerangNews/2018 / Rangga A Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Konsep Smart City Kota Tangerang yang diimplementasikan dalam bentuk aplikasi untuk memudahkan kinerja internal pemerintah daerah maupun pelayanan publik, telah diadopsi sekitar 28  pemda di Indonesia.

Hari ini, Pemkab Karawang dan Bekasi juga ikut mengadopsi sistem aplikasi Pemkot Tangerang. Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Kota Tangerang Tabrani memaparkan langsung bagaimana penggunaan aplikasi tersebut dihadapan Bupati Karawang Cellica Nurachadiana dan Pjs Bupati Bekasi Ruddy Gandakusum.

Tabrani mengatakan, dari 174 aplikasi yang dimiliki Pemkot Tangerang, yang paling banyak diminati adalah aplikasi layanan publik yang dapat diakses melalui smarphone berbasis android seperti LAKSA, perizinan online, siap kerja dan lain-lain.

“Aplikasi yang kita miliki ada dua kelompok, yakni layanan publik dan e-gov (E-Government). Rata-rata mereka tertarik aplikasi layanan publik, karena itu sengaja mereka ambil untuk bagaimana memberikan pelayanan masyarakat yang efektif dan efisien,” jelasnya, usai menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) pemanfaatan aplikasi Smart City Pemkot Tangerang dengan Pemkab Bekasi dan Karawang di Tangerang Live Room, Rabu (16/5/2018).

Menurut Tabrani, Pemkot Tangerang sangat terbuka untuk bekerja sama dalam pemanfaatan aplikasi tersebut. Pemda manapun boleh mengadopsinya. Adapun aplikasi yang akan digunakan nanti disesuaikan dengan kemampuan Pemda masing-masing.

“Kita kerjasama kasih aplikasi tanpa sarat, cuma MoU dan Perjanjian Kerjasama (PKS). Nanti pemda tersebut kirim tenaga ahli, lalu kita ajarin,” katanya.

Bupati Karawang Cellica Nurachdiana mengaku terkesan dengan berbagai aplikasi yang dimiliki oleh Pemkot Tangerang. Menurutnya, meskipun Karawang berada di Provinsi Jawa Barat yang juga terkenal dengan Smart Citynya terutama di kota Bandung, namun dia merasa sistem Smart City di Kota Tangerang lebih cocok untuk diimplementasikan di Karawang.

"Bandung bagus, kota Tangerang juga bagus. Tentunya kami memiliki pertimbangan tersendiri untuk memilih kota Tangerang. Kami datang ke kota Tangerang setelah melakukan berbagai kajian bersama aparatur kami dan yang lebih siap kota Tangerang," jelasnya.(RAZ/HRU)

NASIONAL
Fenomena Working Poor, Ketika Punya Pekerjaan Tidak Mengubah Kemiskinan

Fenomena Working Poor, Ketika Punya Pekerjaan Tidak Mengubah Kemiskinan

Senin, 23 Februari 2026 | 15:10

Fenomena “working poor” makin mengemuka di berbagai daerah di Indonesia, menunjukkan bahwa memiliki pekerjaan tidak selalu menjamin kesejahteraan hidup.

OPINI
Antara Israel, Amerika dan Thermal Weapons

Antara Israel, Amerika dan Thermal Weapons

Jumat, 20 Februari 2026 | 18:16

Penggunaan senjata termal dan thermobarik (thermal weapons) yang digunakan Israel, untuk menghancurkan gedung-gedung pemukiman warga Gaza Palestina, dan menyebabkan ribuan jasad warga Palestina menguap tanpa sisa

KOTA TANGERANG
Dinkes Tangerang Uji Sampel Takjil di Pasar Lama, Waspadai Warna Mencolok

Dinkes Tangerang Uji Sampel Takjil di Pasar Lama, Waspadai Warna Mencolok

Senin, 23 Februari 2026 | 20:48

Penjualan takjil di bulan suci Ramadan mendapat pengawasan ketat dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang.

MANCANEGARA
WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

Kamis, 8 Januari 2026 | 13:17

Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill